PB PON  Pastikan Gugatan Hukum Tidak Pengaruhi Persiapan

By

JAYAPURA – Ketua PB PON Papua, DR Yunus Wonda, menegaskan bahwa meski saat ini ada pihak yang mengajukan gugatan ke PTUN Jayapura terkait proses tender yang dianggap tak transparan  namun ia memastikan bahwa gugatan hukum  tidak akan mempengaruhi proses atau upaya yang sedang berjalan selama ini. Yunus meyakini apa yang  menjadi agenda besar akan  tetap berjalan sesuai agenda. “Betul ada gugatan  hukum di PTUN tapi kami pastikan bahwa semuanya tetap akan berjalan seperti biasa. Saya pikir itu juga tidak akan  mengganggu persiapan yang sedang kami lakukan dan yang jelas ini juga (PON) tak bisa dibatalkan  karena gugatan tadi,” kata Yunus menjawab pertanyaan Cenderawasih Pos, Rabu (9/6).

Ia menyampaikan dari gugatan tersebut pihaknya sudah menelaah cukup jauh terkait syarat yang harus dipenuhi dimana perusahaan yang mengajukan gugatan dianggap belum pernah menangani event bertaraf internasional dengan anggaran 20 persen dari nominal angka kontrak. Selain itu Yunus Wonda menambahkan bahwa dewan juri yang melakukan seleksi hanya bisa memberikan penilaian namun bukan memberikan keputusan.

“Yang bisa memberikan keputusan adalah ketua umum PB PON. Kalau mereka menganggap mereka sebagai pemenang, itu salah. Saya sudah melihat tiga perusahaan namun saya minta dicek lagi apa sudah benar presentase yang diajukan dan ternyata perusahaan yang menggugat kami belum memenuhi kriteria makanya kami coret,” imbuhnya. Ia mengatakan tak ingin dikemudian hari dari keputusan yang diambil akhirnya menimbulkan celah hukum.

“Syarat harus pernah mengerjakan 20 persen dari nominal angkan kontrak dan ternyata mereka belum pernah menggelar event dengan  syarat tadi,” imbuhnya. Disini Yunus juga menambahkan bahwa anggaran pembukaan dan penutupan sekitar Rp 450 miliar dan angka ini diakui tidak kecil. Hal tersebut diputuskan lantaran ia menginginkan PON di Papua terihat megah dan  berkesan. “Pokoknya harus sukses dan berkesan,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: