Pelaku Penikaman Tertangkap, Dua Kelompok yang Bertikai Sepakat Berdamai

By

Kapolres Jayawijaya AKBP. Hesman S Napitupulu, SH, SIK, MH bersama dengan jajaran dan para tokoh masyarakat saat berdiskusi perdamaian di halaman Gereja Baptis Gunung Susu. (FOTO:Denny/ Cepos) 

WAMENA – Usai Polres Jayawijaya menangkap pelaku penikaman AK di seputaran Sinakma minggu (12/11) lalu, maka dua kelompok massa yang bertikai selama dua hari kemarin akhirnya bersepakat untuk menghentikan pertikaian tersebut dan menyelesaikan masalah di Polres Jayawijaya Selasa (14/11) hari ini.

 Kapolres Jayawijaya AKBP Hesman Napitupulu, SH, SIK, MH menyatakan sejak semalam pihaknya sudah memanggil pihak dari Woken untuk memperlihatkan jika pelaku penikaman terhadap Korban Nus Khalolik sudah tertangkap, dan pagi tadi pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh dari Woken.

 “Kita kumpulkan semua baik keluarga Korban Nus Khalolik maupun dari keluarga korban luka akibat perang dan kita sampaikan kalau pelaku penikaman yang memicu bentrokan ini terjadi sudah ditangkap,” ungkapnya saat ditemui di Gunung Susu Wamena.

Dari penyampaian itu, Kata Hesman, dari pihak korban penikaman kelompok Woken sudah bersedia untuk tidak melakukan perang lagi sambil menunggu penyelesaian, dan pihaknya juga sudah bertemu dengan pihak keluarga Costan Elopere yang juga sudah menyatakan untuk menghentikan bentrok ini.

 “Selanjutnya kita akan melakukan pertemuan besok di Polres Jayawijaya untuk mempertemukan kedua belah pihak namun masing -masing kelompok hanya mengirim 10 orang perwakilannya untuk mendapatkan satu kesepakatan agar permasalahan ini cepat terselesaikan,” katanya

 Ia menyatakan dalam pertemuan yang direncanakan dilakukan di Polres Jayawijaya ini mengedepankan bagaimana membuat kesepakatan agar tidak terjadi bentrokan lagi yang nantinya akan dituangkan dalam surat pernyataan, selanjutnya untuk denda adat dan lain -lain akan dibicarakan juga kedua bela pihak.

“Yang penting sekarang itu jangan ada bentrok lagi antara warga lagi ini dulu kita selesaikan, dan kita juga akan menfasilitasi untuk penyelesaian secara adat dengan masyarakat,” jelasnya.

 Di tempat yang sama Ketua Lembaga Masyarakat Adat Distrik Ibele, Lowdwik Mosib, menyatakan jika dari bentrokan yang terjadi ini dipicu dari pencarian pelaku dan juga kecurigaan membuat kelompok dari Woken menyerang ke rumah Costan Elopere hingga rumahnya, 1 Truk, Mobil Kijang dan Motor dibakar.

“Kami dari LMA dan Kepala Distrik Ibele, Polres Jayawijaya sudah turun ke pihak keluarga Korban dalam hal ini Pihak Woken, dan dari pihak Costan Elopere, menyatakan hari ini mengakhiri bentrokan ini lantaran pelaku sudah ditemukan dan kita akan membicarakan masalah ini di Polres jayawijaya,” bebernya.

 Kesepakatan ini untuk tidak bentrok lagi harus dilakukan karena jangan terus-terusan mengorbankan masyarakat yang tidak tahu masalah sebab dari bentrokan ini ada warga yang luka -luka akibat panah, dan pelaku sudah ditangkap sehingga semua identitas lain -lain nantinya pihak berwenang yang akan klarifikasi. (jo/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: