Pelayanan di Polsek Nimboran Tetap Berjalan

By

SENTANI-Terkait pelayanan di Mapolsek Nimboran, Kapolda Mathius Fakhiri memastikan bahwa pelayanan Kepolisian di Mapolsek Nimboran tetap berjalan normal, pasca aksi pembakaran yang dilakukan sekelompok warga. 

Kapolda juga memastikan, pembangunan Mapolsek yang terbakar akan segera dilakukan. Namun pihaknya meminta kepada pemerintah kampung dan dewan adat setempat, agar pembangunan nanti melibatkan masyarakat yang melakukan aksi pembakaran. 

“Tapi saya minta kepada pihak kepala kampung dengan dewan adat, nanti akan melibatkan anak-anak itu kemarin yang bakar kantor Polsek,” pintanya. 

Untuk sementara waktu sambil menunggu proses pembangunan Mapolsek, pelayanan Kepolisian di wilayah hukum Polsek Nimboran akan dipindahkan di gedung milik Distrik Nimboran.

“Untuk sementara  saya sudah minta ke Kapolres untuk menyurati bupati pinjam gedung. Pelayanan kepolisian di Distrik Nimboran bukan tutup, nanti kita pindah tempat pelayanan saja,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kompol dr Andi Mappaodang menyampaikan, korban luka tembak bernama Fredrik Sem (22) sementara berada di ruang ICU, setelah menjalani operasi. “Pasien habis dioperasi Senin (2/8) malam,” kata dr Andi saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telfon selulernya, Selasa (3/8)

Lanjutnya, kondisi pasien sendiri dalam keadaan stabil dan terus mendapatkan pendampingan dari keluarga. “Jika kondisinya sudah membaik akan dibawa ke ruangan biasa,” jelasnya. 

Sebelumnya, Fredrik Sem (22) warga Kampung Pobaim, Distrik Nimboran Kabupaten Jayapura mengalami luka tembak akibat rekoset peluru aparat Kepolisian yang mengeluarkan tembakan peringatan saat menangani sekelompok warga yang melakukan pemalakan. Imbas dari penembakan tersebut menyebabkan Polsek Nimboran dibakar sekelompok massa, Senin (2/8).

Korban sendiri diketahui sedang berada di Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis akibat luka rekoset pada bagian kepala. Sebelumnya, massa mengira korban  Frederik meninggal dunia karena terkena rekoset peluru aparat. Ternyata korban dalam keadaan dipengaruhi miras, kaget ketika terserempet peluru di bagian kepala dan seketika jatuh pingsan. (roy/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: