Beranda Merauke Hari Ini Pemakaian Kantong Plastik Mulai Dibatasi

Pemakaian Kantong Plastik Mulai Dibatasi

0
Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M.Si ketika melaunching    pembatasan penggunaan  kantong  plastik dengan menyerahkan  kepada pemilik/pengelola Swalayan Orens, Selasa (4/9).  (FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE- Bagi ibu-ibu atau masyarakat  Merauke yang  ingin belanja ke swalayan  atau toko  yang ada di  Kota Merauke  untuk mulai membiasakan membawa  kantong   ramah  lingkungan atau  tempat  belanjaan dari rumah. Pasalnya, pemerintah Kabupaten   Merauke  mulai memberlakukan   pembatasan  penggunaan  kantong plastik  di swalayan  maupun  toko-toko  terhitung sejak  awal September  2019 ini. Pembatasan    penggunaan   kantong  plastik  ini ditandai dengan  launching yang dilakukan  oleh Bupati Merauke Frederikus Gebze  kepada   pemilik sekaligus  pengelola Swalayan Orens di Merauke, Selasa     (4/9).   

    Dengan  pembatasan penggunaan  kantong  plastik  ini,  bupati  Frederikus Gebze meminta  masyarakat   terutama  ibu-ibu atau mama-mama yang sekitar  80 persen berhubungan dengan masalah  pasar  untuk membiasakan  membawa kantong  ramah lingkungan  atau  tempat hasil belanjaan dari rumah. Atau   kalau tidak, maka  terpaksa harus membeli   lagi di  toko  atau swalayan  kantong  ramah lingkungan  yang disediakan  oleh swalayan atau toko. 

    Menurut   bupati Frederikus Gebze,   pemerintah  mulai melakukan pengurangan  pemakaian  kantong plastik   ini karena  dalam hitungan  menit, jam dan hari  jutaan ton  kantong  plastik yang dihasilkan  dan dibuang  ke alam, sehingga    lama  kelamaan  Indonesia ini akan penuh dengan  sampah plastik. 

  Padahal, sampah  plastik  ini sulit terurai  dalam  tanah dan membutuhkan waktu sekitar 50-100  tahun  baru satu   kantong plastik   baru terurai dengan tanah. Selain   itu, lanjut dia, dengan  plastik   yang dibuang ke alam  akan sangat berpengaruh   terhadap siklus  atau rantai  kehidupan  dimana  sampah ini akan memberi   pengaruh bagi kesehatan  manusia.  

  ‘’Pengurangan penggunaan kantong  plastik   ini  butuh komitmen  kita bersama. Tidak hanya pemerintah,  tapi pengusaha dan masyarakat,’’ tandasnya. 

  Sementara     itu, Kepala Dinas  Lingkungan Hidup Kabupaten  Merauke  Ir. Hj Harmini, M.Si  menjelaskan, bahwa pembatasan   penggunaan  kantong  plastik   ini dilakukan secara bertahap. Pertama    untuk wilayah toko dan swalayan  setelah itu  kemudian ke pasar. Iapun meminta masyarakat   untuk segera  melaporkan  kepada pihaknya jika masih  ada toko  atau swalayan yang masih melayani  pembeli dengan memberikan  kantong  plastik. 

 ‘’Tentunya  kami akan berikan sanksi karena   itu sudah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 5 tahun 2015 tentang Pengelolaan Sampah,’’  tandas Harmini.  (ulo/tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here