Pembangunan Mako Batalyon 757/GV Capai 40 Persen

By
Komandan 757/GC Letkol Inf Parada Napitupulu  bersama Paban/Jakren Mabes Angkatan Darat Kolonel A.F. Taringan  bersama rombongan meninjau lokasi pembangunan Markas Komando Batalyon 757/GV di Kampung Arimbet, Distrik   Arimop-Kabupaten Boven Digoel baru-baru ini. ( FOTO : Korem 174/ATW for  Cepos )

MERAUKE –   Komandan  Satuan Batalyon 757/Gupta Vira  Letkol Inf Parada Napitupulu mengungkapkan bahwa saat saat ini pembangunan  gedung Mako  Batalyon Infanteri  757/Gupta Vita di   Kampung Arimbet Distrik Arimop, Kabupaten Boven Digoel  sudah mencapai  40 persen.

   ‘’Untuk progres  fisiknya saat ini sudah sekitar 40 persen ,’’ kata  Danyon 757/GV Letkol Inf. Parada Napitupulu di Merauke, kemarin.  Baru-baru ini, pembangunan   Mako  Batalyon Infanteri 757/GV tersebut  ditinjau Paban/Jakren Mabes Angkatan Darat di Kampung  Arimbet, Distrik  Arimop, Kabupaten Boven Digoel. 

   Parada menjelaskan, bahwa yang dibangun sekarang ini adalah Markas Yonif  (Mayon), rumah jaga kemudian pos jaga dan lapangan. “Kemungkinan kedepannya akan dilengkapi dengan barak    maupun kantor kompi. Target untuk tahap pertama ini sampai September.  Mudah-mudahan September sudah selesai,’’ harapnya. 

   Soal penempatan  personel, menurut Danyon bahwa sesuai dengan petunjuk   komandan atas dalam hal ini Danrem 174/ATW kemungkinan  satu pleton akan didorong lebih awal  untuk menempati  bangunan  tahap  pertama yang sudah selesai  tersebut sekaligus untuk menjaga bangunan yang sudah selesai tersebut. ‘’Jangan sampai sudah dibangun kemudian ditinggalkan. Itu. rawan terhadap kerusakan fasilitas,’’ jelasnya. 

   Sementara untuk penempatan personel lainnya, Danyon Parada Napitulu mengaku masih menunggu petunjuk dari Pangdam dan Danrem.    

    Ia menjelaskan bahwa luas  lahan Batalyon 757/GV  tersebut adalah 100 hektar. Namun yang baru dibuka  seluas 200 x 200 meter. ‘’Posisinya  berada di pertengahan antara Tanah Merah dan Mindiptana. Sekitar 46 kilometer dari Tanah Merah di Kampung Arimbet Distrik Arimop,’’ tandasnya. 

   Ditanya soal kendala selama    ini, Letkol Inf. Parada Napitupulu menjelaskan bahwa  hanya msalah cuaca yakni hujan. Karena di Boven Digoel  tidak seperti di Merauke yang  sangat jelas musim hujan dan musim kemaraunya. ‘’Kalau sudah hujan 2-3 jam, alat berat sudah susah digerakan. Semnetara kiita  mengunakan alat berat,’’ tandasnya. 

  Total prajurit yang dibutuhkan, tambah   Danyon adalah  747. Naun untuk sementara ini personil Batalyon Infanteri 757/GV  adalah 2 kompi    yang merupakan Kompi dari Batalyon 755/Yalet.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: