Pembatasan Aktifitas Berpengaruh pada Pencapaian Target Penerimaan

By

MERAUKE-Pemerintah Kabupaten Merauke melalui Satgas Covid-19 terhitung mulai Jumat (25/6) melakukan pembatasan aktifitas masyarakat   terkait dengan  meningkatnya kasus Covid di Kabupaten Merauke. Terkait dengan  itu, Ketua DPRD Kabupaten Merauke Ir. Drs. Benjamin Latumahina mengungkapkan bahwa terkait dengan  pembatasan ini,  pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Merauke sepakat pemberlakuan pembatasan masyarakat tersebut.   

   “Itu juga menyangkut pembatasan kegiatan-kegiatan kenegaraan yang harus kita sesuaikan dengan kondisi pandemi. Perjalanan dinas, kita sesuaikan dengan kepentingan dan sesuaikan dengan daerah. Sehingga pemberlakukan PPKM Mikro ini harus kita jalankan bersama-sama. Yang pulang dari   daerah juga harus tertib  dengan melakukan karantina terlebih dahulu dan lain-lain,” kata  Benjamin Latumahina.

   Dikatakan dengan pembatasan ini sebenarnya tidak terlalu berpegaruh terhadap penyerapan anggaran. Sebab, ASN tetap masuk kantor meski dibatasi.  “Yang terdampak itu soal  pencapaian target Penerimaan Asli Daerah kita. Karena akan berdampak pada perputaran  ekonomi akan kita lihat sehingga pendapatan pasti  berpengaruh,” jelasnya.

   Namun begitu, tandas Benjamin bahwa yang lebih penting dan utama adalah Kesehatan masyarakat. Sebab, jika masyarakat tidak sehat maka sudah barang tentu ekonomi akan terpuruk.  Terkait dengan  terkonfirmasinya sejumlah pejabat di Merauke,  Benjamin Latumahina mengungkapkan bahwa  para pejabat  tersebut juga manusia, sehingga perlu imun dan kedua iman. “Imun dan iman harus sejalan,” terangnya. 

  Ketua Ikatan Keluarga  Maluku Merauke ini menilai bahwa orang yang terpapar Covid-19 tersebut bukan  hanya  karena masalah perjalanan saja, tapi  karena masyarakat juga  tidak tertib protokol kesehatan, sehingga  mudah terpapar Covid. ‘’Yang terpapar karena tidak tertib,’’ pungkasnya. (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: