Beranda Merauke Hari Ini Pembatasan Penumpang Tidak Terlalu Pengaruhi Pendapatan Pelindo

Pembatasan Penumpang Tidak Terlalu Pengaruhi Pendapatan Pelindo

0
Pengelolaan peti kemas oleh Pelindo  IV di Pelabuhan Merauke  ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Pembatasan  penumpang kapal   yang  diberlakukan  oleh pemerintah dalam  rangka   memutus  mata rantai  penyebaran Covid-19   di  Papua khususnya  Kabupaten  Merauke  ternyata  tidak terlalu   berpengaruh  terhadap target  pendapatan atau  penerimaan  PT Pelindo  IV  Cabang  Merauke. 

   General Maneger  Yandy Sofyan  Hadi   melalui  Manager   Operasi dan Teknik  Zul  Effendi    ketika  ditemui media  ini  mengungkapkan  bahwa    pembatasan  penumpang kapal  dalam rangka pencegahan  Covid-19  tidak  terlalu  berpengaruh terhadap target penerimaan    pendapatan Pelindo   Cabang IV Merauke.  

   Sebab, selama ini   untuk kapal penumpang   tersebut lebih   selama ini lebih pada pelayanan sosial. “Kalau kita  di Merauke, untuk  kapal-kapal penumpang  lebih    pada pelayanan  sosial.   Beda dengan    daerah  seperti Kalimantan  yang   penumpangnya memang  ribuan,’’ kata Zul Effendi.    

  Meski  tidak  terlalu  signifikan, mamun  Zul Effendi   mengaku   dengan  pembatasan  penumpang tersebut  ada  penurunan  pendapatan sekitar  3 persen   khususnya  dari pengelolaan  kapal penumpang.  Zul Effendi menjelaskan bahwa   yang menjadi  andalan pendapatan  selama ini adalah pengelolaan   pelabuhan  peti kemas.   

   Dan selama ini, lanjut dia,   arus pengiriman  peti kemas yang masuk ke Merauke   tidak terjadi   penurunan   ditengah   wabah Covid-19  tersebut.  Ini karena   untuk kapal  peti kemas tersebut tetap  beraktifitas seperti biasa.’’Hanya yang  kita batasi ini   adalah  pembatasan  orang masuk ke pelabuhan khususnya  untuk kapal penumpang,’’  jelasnya. 

    Namun diakui  Zul Effendi, sejak   wabah Corona merebak,   pengeluaran  barang dari peti  kemas mengalami penurunan sehingga terjadi penumpukan    barang  peti kemas di pelabuhan.’’Karena  mungkin   beberapa pengusaha  tidak  melakukan kegiatan   sehingga  pengeluaran  barang dari pelabuhan berkurang sehingga  terjadi   penumpukan   barang di pelabuhan,’’ terangnya.  

    Padahal, kata Zul  Effendi, sebenarnya   penumpukan  barang  di pelabuhan   peti kemas tersebut tidak perlu  terjadi.Karena  pemerintah  daerah memberikan kesempatan   kepada masyarakat untuk melakukan  aktifitas    mulai  pukul  06.00-18.00  WIT. Apalagi terkait dengan masalah   bahan kebutuhan pokok tersebut    tidak boleh mandet  tapi harus  tetap dikeluarkan   dari  pelabuhan  untuk menjaga ketersediaan barang dan   kebutuhan  pokok  tersebut. (ulo/tri)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here