Pembayaran Insentif Nakes Terlambat

By

Akibat Tranfer Anggaran dari Pusat yang Terlambat

WAMENA-Pembayaran insentif tenaga kesehatan (Nakes) untuk Tahap II Tahun 2020 lalu dipastikan terlambat. Hal ini disebabkan, karena transfer anggaran dari Kementerian baru masuk setelah APBD Induk Kabupaten Jayawijaya tahun anggaran 2021 ditetapkan. Otomatis anggaran ini tak masuk dalam Rancangan APBD yang sudah jadi, sehingga harus dilakukan refocusing dulu baru bisa dilakukan pembayaran.

  Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi, menjelaskan bahwa insentif Tenaga Kesehatan tahap II ditahun 2020 pembiayaannya memang dari APBN. Dimana Presiden sudah menyatakan hal itu, memang tahap pertama sudah masuk  dan sudah dilakukan pembayaran, namun untuk tahap selanjutnya belum karena transfer masuknya terlambat.

  “Sampai dengan akhir tahun lalu belum ada transfer dari kementerian terkait Insentif tahap II bagi Tenaga Nakes, nanti di awal tahun 2021 sesudah kita tetapkan APBD induk barulah ada transfer dari kementerian masuk ke Kas Daerah,”jelasnya Sabtu (14/8) kemarin

  Ia menyatakan kalau pemerintah ingin melakukan pembayaran sekarang tanpa melakukan perubahan APBD, dasarnya apa? Sebab anggaran ini belum sempat masuk dalam APBD induk, Itu masalahnya, makanya untuk pembayaran tenaga Nakes sampai dengan Desember 2020 belum bisa dibayarkan.

  “Karena transfernya terlambat dan tak masuk dalam APBD induk 2021, maka kita masukan dalam refocusing anggaran pembayaran insentif sisa dari Tenaga Nakes untuk tahun 2020,  kita tinggal tunggu hasil pembahasan dengan Provinsi baru kita akan selesaikan insentif itu semuanya.” kata Bupati Jayawijaya.

  Ia menyatakan, saat ini yang  utama yang pemerintah kejar adalah anggaran insentif yang merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat harus dibayarkan atau di selesaikan lebih dulu untuk tahap tahap II ditahun 2020 karena memang anggarannya sudah ada.

  “Kita juga akan meminta daftar pelayanan Covid -19 untuk 2021 realisasi insentif tahun ini, keterlambatan ini bukan dari pemerintah daerah, tetapi  ini keterlambatan dari pemerintah pusat sehingga kita berupaya agar bisa secepatnya menyelesaikan tunggakan insentif tenaga Nakes di tahun lalu,”bebernya

  Ia menambahkan jika masalah ini bukan pemerintah daerah tidak mau bayar, tetapi ada beberapa masalah lain yang membuat Pemerintah tidak bisa mengeluarkan anggaran itu, sebelum dilakukan refocusing anggaran kemarin. “Kini refocusing anggaran kita sudah selesai dan saat ini kita sudah mulai melakukan finalisasi, sehingga akan diselesaikan semua,”tutupnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: