Pembunuh Sertu Eka Merupakan Karib KKB Toni Tabuni

By

Sejumlah anggota TNI mengusung peti jenazah Sertu Eka Andriyanto Hasugian dan istrinya Sri Lestari Indah Putri untuk dimasukan ke dalam pesawat Trigana di Bandara Wamena, Kabupaten Jayawijaya, untuk dikirim ke Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (1/4) lalu.(foto: Denny/Cepos)

Ribka Haluk: Korban Setia Jalankan Tugas di Yalimo

JAYAPURA-Tentang siapa pelaku yang melakukan pembunuhan terhadap Sertu Eka Andriyanto Hasugian anggota Babinsa Ramil 1702-05/Kurulu dan istrinya Sri Lestari Indah Putri seorang bidan yang merupakan ASN Dinas Kesehatan Kabupaten Yalimo mulai  menemukan titik terang. 

Polisi mulai mendapati gambaran siapa Mr X yang dengan tega membunuh pasangan suami istri ini  plus melukai sang anak yang masih balita tersebut. Hanya hingga kini Polisi masih menelusuri  terduga pelaku yang disebut bukan berdomisili di Kabupaten Yalimo.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Faisal Ramdhani kepada wartawan menyampaikan bahwa penyidik sudah memiliki gambaran siapa pelaku pembunuhan keji tersebut. 

 “Soal kejadian di Yalimo, kami sudah mendapatkan titik terang dan salah satu yang melakukan adalah teman akrab dari satu anggota KKB yang kami tembak di Nabire beberapa waktu lalu atas nama Toni Tabuni,” ungkap Direskrimum Faisal di ruang kerjanya, Senin (4/4). 

Menurut Faisal, karib dari Toni Tabuni ini yang terindikasi melakukan  pembunuhan tersebut. Namun Polisi belum memastikan apakah si terduga ini memiliki motif balas dendam atau ada  motif lain.

 “Kami sedang dalami. Sebab mereka ini bersama-sama melakukan gangguan keamanan dan dari catatan kami  terduga pelaku ini pernah terlibat kasus di Ndeotadi Kabupaten Paniai tahun 1999. Ini satu kelompok sama Toni Tabuni dan kami sudah dapat berbagai indikasi – indikasi soal siapa pelakunya dan semoga dalam waktu dekat kami sudah bisa publish,” beber Faisal. 

 Iapun mengindikasikan bahwa terduga pelaku ini masih ada kaitannya dengan KKB namun bukan  berasal dari Yalimo. “Termasuk masih kami dalami soal mengapa mereka berulah di Yalimo sementara kabupaten ini terbilang jarang terdengar aksi kekerasan KKB,” tutupnya.

Secara terpisah, mantan Penjabat Bupati Yalimo, Dr. Ribka Haluk mengaku kecewa atas peristiwa dibunuhnya Babinsa Koramil 1702-07/Kurulu Sertu Eka Andrianto Hasugian  dan isterinya Sri Lestari Indah Putri yang merupakan tenaga kesehatan di di Puskesmas Elelim, Kabupaten Yalimo.

“Dengan kejadian ini, saya sebagai mantan Bupati Yalimo merasa kecewa atas peristiwa yang terjadi,” ungkap Ribka Haluk dalam rilisnya yang diterima Cenderawasih Pos, Senin (4/4)

Ribka Haluk mengaku bahwa kedua korban benar-benar mengabdi di lapangan dan dikenal masyarakat. Termasuk dirinya secara personal kenal kedua korban dengan baik. Bahkan khusus untuk Sri, merupakan  bagian dari Pemerintah Kabupaten Yalimo.

“Sewaktu saya melakukan kunjungan kerja di Dinas Kesehatan, memang terkesan baik dan dia adalah seorang perawat yang setia dalam melaksanakan tugas. Begitu pula Sertu Eka sebagai orang yang dikenal baik,” kenangnya.

Dari sosok kedua orang ini, kedua almarhum adalah aparatur yang pengabdian, loyalitas, dedikasinya benar benar diberikan untuk kepentingan masyarakat di Yalimo.

“Dengan kejadian ini, saya sebagai mantan Bupati Yalimo merasa kecewa atas peristiwa yang terjadi. Kami mengutuk tindakan yang dilakukan tidak manusiawi terhadap Sertu Eka dan Istrinya Sri, termasuk kepada anak mereka. Ini merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM,” tegasnya.

Terkait hal ini, Ribka Haluk meminta kerja sama TNI – Polri untuk bisa mengungkap siapapun pelaku dalam kasus ini. Bahkan menurutnya harus diungkap seadil-adilnya siapapun pelakunya. Dengan begitu agar diketahui oleh semua publik atas tindakan tidak manusiawi dalam pembunuhan sadis yang dilakukan.

“Mohon dukungan TNI-Polri bekerja sama dengan masyarakat dan Pemda untuk segera ungkap kasus ini,” pintanya

Sebagai pejabat, Ribka mengklaim jika dirinya selalu bergaul dengan mereka, masyarakat dan TNI-Polri. Dimana ada rasa kekeluargaan di sana. Bahkan Ribka sendiri turut sama sama melakukan patroli.

“Kota Elelim adalah kota kecil di Yalimo, yang merupakan pintu masuk ke wilayah Pegunungan Tengah. Jika kasus ini tidak diungkapkan dan siapa pelakunya tidak diketahui, imbasnya akan besar. Saya harap untuk bekerja terus dan diungkapkan secara seadil-adilnya,” tuturnya.

Ribka juga mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh perempuan serta  tokoh pemuda untuk bersama-sama menjaga Yalimo.

“Saya menitip pesan kepada bupati dan wakil bupati yang baru dilantik, bersama pemda dan semua tokoh masyarakat, serta TNI-Polri untuk bekerja sama untuk menuntaskan masalah ini. Dua anak yang ditinggalkan itu perlu diberikan santunan, Pemda harus perhatikan hal ini,” pungkasnya. (ade/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: