Pemda Akui Warga Suru-suru Banyak Mengungsi

By

Yoel Itlay Sarankan Tarik Pasukan dan Tak Bangun Pos Keamanan

JAYAPURA-Pemerintah Kabupaten Yahukimo masih menunggu perkembangan terkini dari Distrik Suru-suru Kabuaten Yahukimo yang disebut menjadi satu basis kelompok TPN OPM. 

Di distrik ini baik TNI maupun TPN OPM kini masih melakukan kontak senjata dan informasi terakhirnya adalah banyak warga yang memilih mengungsi. Melarikan diri ke tempat yang lebih aman. 

 “Langkah-langkah yang kami lakukan adalah mendatangkan helikopter dari Tanah Merah dan Boven Digoel untuk menyelamatkan aparat yang terluka. Karena jauh dari ibu kota dan berbatasan dengan Asmat dan Nduga, sehingga kepala distrik di sana bekerja keras. Apalagi informasinya mereka (OPM) melarang pesawat masuk. Kalau memaksa maka mereka akan menembak sehingga kami hanya memonitor lewat penghubung,” kata Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli melalui ponselnya, Jumat (26/11). 

Tak hanya akses transportasi yang sulit, dikatakan saat ini aparat di Koramil juga siaga satu karena SSB juga rusak. “Masih sulit berkomunikasi ke Suru-suru, tapi informasinya seperti itu. Pesawat juga diancam akan ditembak,” katanya.

 Bupati Didimus juga tak menampik jika banyak masyarakat yang mengungsi karena ketakutan. “Mereka mengungsi ke daerah yang aman. Orang Momuna ke bawah, sedangkan dari gunung mereka lari ke atas. Kami tunggu kadistik menjelaskan situasinya.  Jika kondusif maka kami akan masuk ke sana,” tambah Didimus.  

Ia menyebut bahwa di sekitar lapangan terbang bagian kiri kanannya ada desa-desa yang masuk wilayah Kabupaten Asmat dan Yahukimo. Di mana mereka yang lari adalah mereka yang berada disekitar pos tersebut.

Ditanya asal kelompok kriminal bersenjata yang ada di Suru-suru, Didimus mengaku belum tahu dari kelompok mana.  “Sepertinya mereka yang ada di Dekai dan kelompok dari timur termasuk dari Nduga. Saya juga berharap bisa memfasilitasi kedua pihak. Kalau mau bertemu, kami siap memediasi agar jangan masyarakat sipil yang menjadi korban. Namun yang  jelas untuk penanganannya ini masih menunggu informasi terkini dan kami berharap kepala suku atau kepala distrik bisa mengajak mereka kembali ke rumahnya masing – masing karena rumahnya masih aman,” tutup Didimus.

 Sementara Wakil Ketua II DPR Yahukimo, Yoel Itlay menyebutkan  hal yang sama. Ia teringat beberapa hari lalu Pangdam XVII Cenderawasih menyampaikan tak ingin ada korban lagi tapi ternyata ada aparat yang tewas.

 “Dan hingga kini masyarakat di Suru – suru banyak yang mengungsi karena ketakutan,” kata Yoel.  Ia ingin semua lebih tenang dimulai dari kedua pihak menahan diri karena itu jauh lebih penting. “Masyarakat pasti takut dan mengungsi.  Selain menahan diri, kami pikir tak perlu lagi ada penambahan  pasukan. Jika ada penambahan maka masyarakat tidak akan tenang dan kami sepakat sebaiknya  jangan lagi ada pos keamanan di situ. Sebab itu jauh lebih bagus karena masyarakat bisa lebih tenang,” sarannya. 

Dikatakan, jika ada pos dan aparat, biasanya ini justru memancing OPM untuk mencari-cari masalah yang kemudian membuat keresahan. Sebab OPM pasti mencari gara – gara dan akhirnya masyarakat yang korban. “Kalau pos keamanan di kota saya pikir tak masalah tapi kalau di daerah seperti Suru – suru ini beda, sebaiknya  tidak usah. Apalagi jelang Natal, kasihan masyarakat di sana. Mereka harus merayakan tapi dengan situasi ini masyarakat justru merasa terancam,” beber Yoel.

Ia meminta agar bupati mengambil tindakan dengan mengumpulkan para tokoh dari Suru-suru dan sampaikan bahwa tak lama lagi semua akan menghadapi Natal sehingga patut dihormati. “Keberadaan aparat adalah melindungi masyarakat tapi untuk kelompok OPM itu hanya membuat masyarakat terlibat di medan perang. Jangan inginnya mengamankan tapi justru membuat tidak aman, ini harus dikaji lagi,” pintanya. 

Anggota Komisi A DPR Yahukimo, Uria Kande  menjelaskan sebelum tanggal 20 November di Suru – suru itu aman dan damai. Namun setelah itu justru ada aksi kontak tembak dan ada yang meninggal. “Masyarakat kami saat ini mengungsi dari kali sebelah ke kali sebelah dan banyak yang bersembunyi di gunung – gunung. Bukan dikejar tapi karena ketakutan. Di Distrik Suru – suru dan Distrik Obio itu daerah terbelakang tapi masyarakat bisa hidup tanpa harus ada aparat keamanan tapi sekarang sulit,” pungkasnya. (ade/nat) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: