Beranda UTAMA PAPUA Pemda Jayawijaya Berlakukan Pembatasan Aktifitas Masyarakat

Pemda Jayawijaya Berlakukan Pembatasan Aktifitas Masyarakat

0
Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi  ( FOTO: Denny/ Cepos) 

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua secara resmi mengeluarkan surat edaran untuk membatasi sejumlah aktifitas masyarakat, seperti tempat ibadah, pertokoan , kios, warung makan, restoran, Café, mobil lajuran, angkutan umum dalam kota, baik angkot maupun ojek  di Wamena dan sekitarnya, terhitung Kamis (26/3) kemarin.  

   Hal ini dilakukan untuk menindaklnjuti  keputusan bersama dalam rapat Gubernur Papua dengan para kepala daerah di seluruh Papua dalam upaya  pencegahan penyebaran virus corona atau Covid -19 di Jayawijaya.

   “Memberlakukan aktifitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok secara terbatas antara pukul 06.00 WIT sampai pukul 14.00 WIT, sehingga pasar tradisional, pasar modern, ruki, ruko pasar Swalayan, Rumah Makan, restoran , Café hanya boleh dibuka pukul 06.00-14.00,”ungkap Bupati dalam  melalui rusat edaran.

   Khusus untuk pedagang mama -mama Papua yang berjualan makanan siap saji atau bakar batu dan pedagang gerobak tenda akan mulai berjualan dari pukul 12.00 WIT sampai dengan pukul 16 .00 WIT. Bupati juga mengimbau kepada masyarakat dalam membeli makanan di warung makan atau rumah makan resturan dan Café tidak makan di tempat namun dibungkus atau dibawa pulang.

  “Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Covid -19 dengan memberlakukan Social Distancing (pembatasan sosial) yang diperpanjang yang mulai berlaku pada 26 maret sampai dengan 9 april 2020 dan akan dievaluasi untuk diambil langkah -langkah selanjutnya.” ungkap  Bupati.

  Untuk masyarakat yang berprofesi sebagai abang becak, tukang ojek, sopir taxi dan  angkot dilakukan pembatasan jam kerja mulai pukul 06.00 WIT  sampai dengan pukul 16.00 WIT, sementara untuk pelaksanaan ibadah bagi umat Kristen Protestan  mengikuti ketetapan sinode pusat, provinsi dan Klasis, umat khatolik mengikuti intruksi dari Kardinal, Keuskupan dan Dekenat.

  Untuk umat Hindu mempedomani instuksi Persatuan Hindu Dharma Pusat, dan Provinsi, sedangkan untuk umat Muslim mempedomani Fatwa dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua dan Kabupaten Jayawijaya.

   Bupati juga menambahkan dalam pembatasan aktifitas masyarakat di Jayawijaya ini, maka aparat keamanan melakukan pengawasan, penertiban dan penegakan hukum terhadap instruksi ini sesuai dengan ketentuan perundang – undangan yang berlaku. 

   Menyikapi surat edaran Bupati Jayawijaya Ketua MUI Jayawijaya, H. Ahmad Solehudin mengaku pihaknya merujuk keputusan MUI pusat dan provinsi. Intinya mengimbau Salat Jumat hari ini diganti dengan sholat dzuhur  di rumah masing-masing. Edaran ini sifatnya situasional bila mana Corona ini terkendali maka akan kembali melaksanakan Salat  Jumat di Mesjid. “Salat lima waktu  diimbau juga dilakukan di rumah masing-masing. Kegiatan keagamaan, seperti pengajian sementara juga ditiadakan,”tutup Ketua MUI Jayawijaya.(jo/tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here