
JAYAPURA-Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Papua Dirjend Cipta Karya Kementerian PUPR Cornelis Sagrim, bersama Kepala Seksi penyelenggara Teknis Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan Kementrian PUPR Rusli, Sabtu (7/9) lalu telah meninjau empat lokasi yang dibakar Kamis (29/8) lalu.
Untuk bangunan pemerintah yang dibakar adalah kantor KPU Provinsi Papua, Kantor Bea Cukai, Aula MRP dan salah satu bangunan Lapas Abepura.
“Kami lakukan penelitian di 4 lokasi yang dibakar bersama Balitbang, untuk melakukan penelitian terhadap kerusakan bangunan dan ini akan dianalisis bisa dipertanggungjawabkan, nanti hasilnya akan menjadi pedoman apakah bangunan ini dibangun total atau hanya direhab saja, karena Balitbang yang tahu struktur bangunan usai terbakar,”kata Cornelis Sagrim.
Dijelaskan, perintah untuk melakukan pembangunan atau rehab di 4 bangunan yang dibakar berdasarkan perintah langsung Menteri PUPR setelah dilakukan kunjungan di Kota Jayapura, dalam rangka melihat kondisi Kota Jayapura pasca aksi demo mengarah anarkis, kemudian dilakukan Rapat terbatas dengan Presiden. Dan diminta harus ada perbaikan atau pembangunan ulang yang dilakukan dengan cepat.
“Untuk kerusakan terparah yang bangunannya ludes di bakar Kantor KPU Papua dan Kantor Bea Cukai. Dalam pembangunan atau rehab nanti semua ditangani langsung dua perusahaan BUMN yakni PT PP dan PT Waskita,”jelasnya.
Sementara itu, Kepala Seksi penyelenggara Teknis Balai Litbang Bahan dan Struktur Bangunan Kementrian PUPR Rusli, mengatakan dalam tugasnya ini, pihaknya melihat gambaran secara umum mengenai dampak kebakaran terutama struktur bangunan, nanti pihaknya bisa mengambil kesimpulan dari tergantung dari kondisi bangunan, dan hasilnya dari penelitian di lapangan Minggu depan akan disimpulkan untuk 4 bangunan yang ditelitinya.(dil/wen)