Pemerintah Masih Kurang Perhatikan Pentingnya Literasi

By
Tampak anak-anak Papua di distrik Abepura saat mengambil buku bacaannya hendak belajar, beberapa waktu lalu. Diharapkan pemerintah dapat menyediakan tempat-tempat literasi bagi generasi Papua untuk mencintai membaca.( FOTO : Noel/Cepos)

JAYAPURA – Guna meningkatkan minat baca bagi masyatakat Papua seharusnya setiap pemerintah Kabupaten Kota di Papua wajib memiliki Perpustakaan dengan cara yang medern.

“Saya lihat kurang  ada perhatian pemerintah bagi komunitas baca atau penggiat literasi di Papua sehingga mereka jalan secara mandiri,” kata Ketua Cemderawasih Reding Center (CRC)  Michael Jhon Yarisetouw, S.Si kepada Cenderawasih Pos, Kamis (10/10) 

Dikatakan hingga saat ini di Papua komunitas literasi sangat minim dan kurang di perhatikan pemerintah sehingga banyak yang tidak lagi eksis. “Komunitas literais masi sangat minim untung di Jayapuea ada perpustakaan Provinsi danperpustakaan di Kabupaten Jayapura sendiri  belum punya perpustakaan daerah yang memadai untuk mendorong literasi itu sendiri,”Ungkapnya.

Ia yang sempat di nobatkan sebagai duta baca Provinsi Papua oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Papua itu  menilai literasi sekarang ini kurang digalakkan dan komunitas yang adapun banyak yang tenggelam.

“Misalnya Kosapa (Komunitas Sastra Papua) harus didorong sehingga kearifan lokal di Papua yang ada bisa diangkat dan dipublis,” katanya.

Ia menambahkan literasi merupakan suatu kegiatan menggunakan potensi untuk membudidayakan gerakan membaca dan juga menulis serta dapat memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.

 Manfaat dari Literasi sangat banyak antara lain diantaranya adalah dapat melatih diri untuk terbiasa dalam membaca dan juga dapat membiasakan seseorang mendapatkan informasi dari hasil yang dibaca, maka orang Papua bisa lebih kreatif dan inofatif dari apa yang di bacanya.(oel/gin).

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: