Pemkab akan Polisikan Puluhan Kontraktor Lokal

By

Alphius Toam (Foto:Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Pemerintah Kabupaten Jayapura terus berupaya melakukan pemanggilan persuasif kepada sejumlah kontraktor atau pelaksana pekerjaan rumah bantuan bencana banjir bandang di segmen 2 Danau Sentani, Kabupaten Jayapura.

Namun upaya persuasif ini dianggap belum membuahkan hasil, sehingga pemerintah akan mengambil langkah tegas dengan melakukan pengaduan melalui aparat penegak hukum dalam hal ini pihak kepolisian.

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, Alphius Toam mengatakan, di Kabupaten Jayapura jumlah kontraktor yang telah menandatangani dokumen sebagai pelaksana pekerjaan rumah bantuan bencana bagi korban bencana di Danau Sentani sebanyak 223 orang.

Dari jumlah tersebut ada puluhan kontraktor yang tidak menyelesaikan pekerjaan rumah meskipun telah mencairkan dana. Bahkan ada diantara kontraktor ini yang sudah mencairkan 100% dana namun pekerjaan fisik rumah bantuan itu tidak kunjung dibangun.

“Ada 20-an kontraktor yang lari dari tanggung jawab, ketika mereka tidak menjawab upaya persuasif yang kami lakukan. Maka selanjutnya kita akan laporkan ke polisi dan saat ini sedang kita siapkan dokumen,” ungkap Alphius Toam, Rabu (13/4).

Dia mengatakan, Bupati Jayapura melalui BPBD sudah memberikan kebijakan bagi para kontraktor lokal untuk segera menyelesaikan pekerjaan rumah bencana ini sampai di bulan ini, namun tidak ada itikad baik dari sejumlah oknum kontraktor lokal ini untuk menyelesaikan tanggung jawab mereka.

“Baik yang sudah mencairkan 100% maupun yang belum mencairkan 100%, tapi pekerjaannya belum selesai. Maka hari ini surat akan dikeluarkan dan ditandatangani langsung oleh Sekda,” ujarnya.

Surat itu itu dikeluarkan oleh pemerintah untuk mengingatkan kembali kepada penyedia atau pelaksana untuk segera menyelesaikan sisa pekerjaan rumah yang belum diselesaikan. Apabila sampai dengan di akhir bulan ini, mereka yang sudah mencairkan 100 persen pembiayaan pekerjaan rumah itu namun belum menyelesaikannya maka itu siap diproses hukum.

Tetapi bagi para pengusaha yang belum mencairkan dana 100% tetapi belum juga menyelesaikan pekerjaan maka kontraknya akan dihentikan. “Kontraktor yang akan kita berikan surat peringatan ini ada sekitar puluhan jumlahnya tetapi nanti data yang pasti akan ada di dalam lampiran surat peringatan,”ujarnya.(roy/ary

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: