Pemkab Mamteng Lakukan Rapid Test Antigen dan Vaksin Massal

By

KOBAKMA-Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng) melalui petugas Dinas Kesehatan dan RSUD Lukas Enembe Kobakma melakukan rapid test antigen dan vaksin massal bagi masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI-Polri yang ada diKobakma ibukota Kabupaten Mamteng.

Rapid rapid test antigen dan vaksin  ini dilaksanakan di aula Bogo Kobakma, Rabu (4/7) kemarin dan dipantau langsung Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak (RHP) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Marten Sagrim .

Baik warga, ASN dan anggota TNI-Polri rela antre secara bergantian mendatangi petugas kesehatan untuk melakukan tes antigen maupun  vaksin.  

Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak mengatakan, kegiatan rapid test antigen dan vaksin tersebut dilakukan untuk menghambat laju virus corona yang tengah melanda Indonesia, Papua dan juga di wilayah Lapago.

 “Kami sebagai pemerintah mengambil langkah ini yakni melakukan rapid test antigen dan vaksin untuk melihat penyebaran virus corona,  apakah sudah sampai di Mamberamo Tengah atau belum,”ujarnya.

“Ini dilakukan, agar penyebaran covid-19 tidak meluas di masyarakat, sesama ASN maupun anggota TNI-Polri yang ada di Kabupaten Mamberamo Tengah.” sambungnya.

Bupati RHP menjelaskan, upaya yang rapid test antigen yang dilakukan ini, jika ada yang reaktif, maka akan diambil langkah dengan menyiapkan tempat isolasi untuk merawat mereka. Perawatan itu dilakukan petugas dinas kesehatan maupun RSUD Lukas Enembe. 

Selain itu, dengan hasil rapid tes antigen yang sudah dilakukan, maka akan dilakukan upaya tes PCR dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua untuk memastikan mereka yang sudah reaktif ini apakah memang sudah terpapar virus corona atau tidak. Sebab alat PCR sendiri tidak dimiliki RSUD Lukas Enembe maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah.

Bupati RHP khawatir penyebaran virus corona di wilayah pegunungan bisa saja cepat. Mengingat faktor budaya setiap kali bertemu berjabat tangan dan berpelukan sehingga rawan tertulas virus corona.

Untuk itu bupati dua periode ini meminta masyarakat untuk sementara agar budaya pegang tangan dan berpelukan ini dihindari. Nanti setelah pandemi covid-19 berakhir barulah budaya tersebut kembali dijalankan.

“Apalagi varian baru virus corona yakni delta, jauh lebih cepat penyerbarannya, maka kebiasaaan ini sebaiknnya dihindari dulu,” pintanya.

Menurutnya, hasil dari rapid test antigen baru bisa dipastikan apakah ada yang reaktif dan akan dilaporkan juga kepada Satgas Provinsi Papua.”Rapid tes antigen dan vaksi ini yang dilakukan ini juga untuk menjawab program pemerintah pusat,”katanya.

Khusus untuk vaksin, Bupati RHP mengakui, sebagian masyarakat belum bisa melakukan vaksin karena mereka takut karena memiliki penyakit bawaan. Namun untuk hari ini proses vaksin ini tetap berjalan karena ada juga masyarakat, ASN dan TNI-Polri yang sudah  melakukan vaksin tahap dua.

Dia menegaskan bahwa, Pemkab Mamberamo Tengah sejak virus corona melanda Indonesia dan Papua mulai tahun lalu, pihaknya sudah berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh pada penanganan virus ini, sebab nyawa satu orang Papua sangat berarti.(Humas/reis/nat)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: