Pemkab Masih Butuh 105 Orang PPL

By

Salah satu tenaga PPL Pertanian saat mengikuti musyawarah luasan tanam padi, palawija,hholtikultura dan perkebunan musim tanam rfendengan 2022/2023 dan musim tanam gadu 2023, Selasa, (25/10). (FOTO:Sulo /Cepos)  

MERAUKE-Banyaknya penyuluh pertanian yang pensiun maupun pindah daerah yang tidak dibarengi dengan rekruitmen, membuat Penyuluh Pertanian (PPL) di Kabupaten Merauke terus menyusut. Saat ini , jumlah penyuluh pertanian tinggal 74 orang. 

‘’Sampai  sekarang, jumlah penyuluh pertanian kita tinggal 74 orang,’’ kata Asisten II Bidang Perrekonomian Sekda Kabupaten Merauke, Jeremias Ruben Ndiken, S.Sos sata membuka musyawarah penetapan luas tanan padi, holtikultura, palawija dan poerkebunan untuk musim tanam rendengan 2022/2023 dan musim tanam gadu 2023, Selasa (25/10). 

  Jeremias   mengungkapkan, jumlah tenaga PPL yang ada saat ini tidak sebanding dengan luasan tanam dan jumlah kampung yang ada di Kabupaten Merauke. Dalam arti bahwa SDM di bidang PPL tersebut sangat sedikit. Apalagi Merauke telah ditetapkan sebagai lumbung pangan nasional.  

‘’Kita masih butuh sekitar 1105 tenaga PPL,’’ tandas mantan Kepala Badan Kepegawaidan dan SDM Kabupaten Merauke ini. Dengan kekurangan tersebut, Jeremias Ndiken berharap kepada Badan Kepegawaian Daerah untuk secara bertahap merekrut  tenaga PPL ketika ada kuota penerimaan.   

‘’Ibu Kepala Dinas Tanaman Pangan menitipkan kepada saya, bapak tolong sampaikan kepada yang susun formasi agar penyulkuh harus banyak,’’ terangnya. Idealnya, lanjut dia, 1 kampung 1 penyuluh, untuk meningkatkan  motivasi dan kompetensi petani dalam budidaya padi, palawija, dan perkebunan. (ulo/tho) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: