Pemprov Papua Revitalisasi Anjungan di TMII

By

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Papua Alexander K.Y Kapisa bersama stafnya ketika berfoto bersama di depa  anjungan Papua yang berada di Taman Mini Indonesia Indah, Rabu (3/8) (FOTO: Demus for Cepos)

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua melakukan revitalisasi terhadap anjungan Papua yang berada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Hal ini untuk mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Papua Alexander K.Y Kapisa mengatakan, penyegaran terhadap anjungan Papua di TMII seiring dengan renovasi TMII yang dilakukan Pemerintah Pusat jelang KTT G20.

“Hal ini sesuai arahan dari Presiden kepada para Kepala Daerah untuk merenovasi anjungan daerahnya masing-masing di TMII,” kata Kapisa di Jakarta.

Lanjutnya, proses revitalisasi terhadap anjungan Papua ini mendapat dukungan luar biasa dari Gubernur dan Sekda Papua. Dimana proses revitalisasi yang sementara dilakukan meliputi tiga hal pertama renovasi bangunan atau fasilitas yang ada di anjungan Papua terdiri dari beberapa rumah suku yang ada di wilayah Papua.

Kedua, melakukan penataan lanscape untuk memperindah anjungan Papua dah ketiga melakukan peremajaan terhadap benda-benda budaya yang ada di anjungan Papua.

“Inilah tiga langkah yang benar-benar menjadi konsentrasi kami dengan tantangan waktu yang begitu singkat, kami mencoba untuk mengupayakan semaksimal mungkin agar proses revitalisasi dapat berjalan baik dan selesai sesuai target waktu yakni diakhir agustus sudah bisa selesai,”ucapnya.

Lanjutnya, upaya pembenahan ini akan dikebut sejalan dengan renovasi secara luas yang dilakukan pemerintah pusat di area TMII. Sehingga siap sebelum pelaksanaan KTT G20 Oktober mendatang.

“Dengan adanya  dukungan anggaran dari Pemprov Papua dalam membantu proses revitalisasi yang sudah cukup lama tidak disentuh akibat rerkendala dukungan anggaran. Namun dengan  momentum ini, kami maksimalkan untuk menata semua fasilitas disini baik bangunan, lahan sampai benda budaya yang ada,”Pungkasnya. (fia/gin)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: