Beranda UTAMA PAPUA Pemuda Kingmi perlu bersaing disegala bidang

Pemuda Kingmi perlu bersaing disegala bidang

0
RETREAT PEMUDA: Bupati Puncak Willem Wandik,SE.M,Si, didampingi wakil Bupati Deiyai Hengky Pigai, S,Pt,saat memasuki lokasi Retreat Akbar Pemuda Kingmi, Lima Kordinator Meepago, yang dilaksanakan di  Gereja Kingmi Jemaat Bethel Gakokebo, Klasis Tigi Utara, Kabupaten Deiyai, Rabu (30/10) kemarin. ( FOTO : Humas Puncak for Cepos)

DEIYAI-Sebagai kaum profesional yang dibesarkan di dalam Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Bupati Puncak Willem Wandik, SE., M.Si., mendorong para pemuda Gereja Kingmi, untuk bangkit dan mampu bersaing dalam berbagai bidang. Agar kelak menjadi penentu, pemegang tongkat estafet, perkembangan dan pertumbuhan iman Gereja Kingmi di tanah Papua.

Hal ini disampaikan Bupati Willem Wandik saat memberikan materi  pada kegiatan Retreat Akbar Pemuda Kingmi,Lima Kordinator Meepago, yang dilaksanakan di  Gereja Kingmi Jemaat Bethel Gakokebo, Klasis Tigi Utara, Kabupaten Deiyai, dari tanggal 28 Oktober hingga 1 November 2019. 

“Kita pernah memiliki doctor. Benny Giyai dan teman-temannya, setelah masa mereka, masuk ke zaman saya dan teman-teman yang lain. Saat itu tidak ada uang banyak, namun kita berusaha, dan tetap berada di dalam Gereja Kingmi. Kini kita mampu menjadi orang penting di Papua. Sementara,saat ini beberapa daerah Kingmi sudah dimekarkan. Banyak pejabat dari Kingmi, harusnya anak-anak muda Kingmi lebih berprestasi di segala bidang,” ucap alumni strata dua Universitas Gadjah Madah (UGM) Yogyakarta, ini.

Sekadar diketahui, hampir 1.000 lebih pemuda, mewakili lima kordinator Meepago. Masing-masing Nabire,Deiyai, Dogiyai, paniai dan Intan Jaya, yang hadir dalam reatreat di  halaman Gereja Bethel Gakokebo, Klasis Tigi Utara. 

Di tempat ini, para pemuda hadir, mengikuti kegiatan-kegiatan rohani selama empat hari, di daerah yang merupakan salah satu daerah pusat pendidikan di Tanah Papua ini.

Dalam sesi tanya jawab antara peserta dengan Bupati Willem Wandik, ditarik satu kesimpulan bahwa perlu adanya kerja sama antara gereja dan pemerintah. Untuk membangun sumber daya manusia gereja Kingmi di Tanah Papua.

Dikatakan, kehadiran dirinya di pinggiran Danau Tigi ini yaitu sebagai kader gereja Kingmi. Untuk memberikan motivasi bagi para pemuda Kingmi di Wilayah Meepago. Karena mereka adalah masa depan Gereja Kingmi. 

Para pemuda menurutnya perlu menjaga gereja dengan baik, karena melalui gereja ada potensi besar bagi pemuda, akan lahir anak-anak gereja yang mampu bersaing dimasa kini.

“Saya mengajak seluruh pemuda Kingmi, untuk mengambil kesempatan dan peluang yang ada. Entah di pemerintahan, politik maupun swasta. Kita jangan terlena dengan keadaan yang ada, Pemuda harus mampu bersaing tanpa melupakan gereja, kalian akan menjadi orang besar, kalian akan diberkati,sebagai penentu masa depan gereja,”tambahnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Deiyai, yang juga sebagai Kader Gereja Kingmi, Hengky Pigai ,S.Pt., mewakili pemerintah daerah sangat menyambut positif kegiatan reatreat ini. Ia mendorong agar melalui kegiatan reatret ini, pertumbuhan iman Kristen dari pemuda Kingmi semakin baik. 

Sebagai pribadi yang hidup di dalam Yesus Kristus, jangan mau berkompromi dengan dosa. Terutama minuman keras (Miras). Sebab Miras saat ini menjadi perusak nomor satu pemuda di Papua.Ia, juga mengajak pemuda Kingmi harus mengikuti jejak-jejak dari para seniornya, yang melalui Gereja Kingmi, mereka kini menjadi orang-orang hebat di tanah Papua.

“Dengan adanya kegiatan ini, sebagai pemerintah daerah. Saya berharap ada tranformasi iman, para pemuda semakin dekat dengan Tuhan. Apalagi saat ini era tehnlogi,kita harus siap dalam iman,kita juga harus mampu bersaing, terutama dibidang pendidikan,”ungkapnya.

Sementara itu,Ketua panitia umum Agus Pekey mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan selama empat hari ini mencapai 1000 lebih pemuda dan pemudi. Kegiatan reatreat ini  bertujuan memberikan kesempatan kepada para pemuda untuk lebih dekat dalam kegiatan rohani, karena dalam kegiatan ini akan ada seminar, music rohani, tamborin dan lain-lain.

“Kegiatan ini kita lakukan agar pemuda tidak terjebak dalam rutinitas tanpa makna hidup. Mereka harus memberikan waktu untuk Tuhan. Menyadari keberadaan Tuhan dan berkesempatan mendengar suara Tuhan, sehingga mereka kuat dalam iman, mampu menghadapi pengaruh-pengaruh negative saat ini,”pungkasnya.(Humas Puncak/isak/nat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here