Beranda UTAMA PAPUA Penanganan Anak Aibon Dikembalikan ke Daerah Masing-Masing

Penanganan Anak Aibon Dikembalikan ke Daerah Masing-Masing

0
Anak–anak yang masih sering menghisap lem Aibon di seputaran Jalan Irian Wamena (FOTO: Denny/Cepos )

WAMENA-Penanganan anak jalanan  atau anak Aibon  yang banyak berkeliaran di Kabupaten Jayawijaya direncanakan akan dikembalikan kepada Pemda masing –masing Kabupaten yang ada di Pengunungan Tengah Papua. Hal ini dikarenakan tak semua anak jalanan  yang ada di Jayawijaya ini merupakan warga Jayawijaya, sehingga penanganannya dikembalikan ke masing-masing daerah agar pemerintah daerah memiliki tanggungjawab untuk warganya .

   Ketua FKUB Jayawijaya Pdt Esmon Walilo mengaku bersama Bupati Jayawijaya sudah pernah mengundang dan menyampaikan ke bupati pemekaran, dan sebagian besar data yang dimiliki oleh FKUB anak –anak yang saat ini sering menghisap Aibon di Wamena ini, yang paling banyak anak –anak dari Kabupaten Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Tolikara dan Yahukimo

  “Tidak semua anak –anak yang biasa disebut anak Aibon ini berasal dari Jayawijaya, sebagian dari daerah pemekaran yang mereka kena dampak dari orang tua yang mungkin bertugas di daerah pemekaran rumahnya ada di Wamena sehingga anak –anaknya ini tidak terurus, “ ungkapnya Kepalda Cenderawasih Pos Senin (23/12) kemarin

   FKUB bersama Pemda Jayawijaya akan mengambil langkah mengembalikan anak –anak ini ke ke daerah masing –masing agar Pemdanya mengurus mereka. Sebab, mereka ini generasi penerus di daerah masing -masing jangan menjadi beban Pemda Jayawijaya, sehingga bisa mengambil tanggungjawab masing –masing untuk melihat masalah ini.

  “Kita sudah berupaya memanggil kepala daerahnya untuk membahas masalah ini, namun tak pernah ada yang hadir sehingga tahun depan ini kita harus membersihkan Kota Wamena dari Miras, Narkoba dan salah satunya Aibon”beber Walilo

  Di tempat yang sama Sekretaris FKUB Jayawijaya Pdt.Alexander Mauri Ditahun 2020 FKUB punya misi untuk menjadikan Jayawijaya bebas dari Aibon, karena pihaknya adalah tokoh agama maka hanya bisa mengumpulkan mereka untuk ibadah bersama, bahkan Bupati Jayawijaya pernah menjadikan garasi mobilnya tempat ibadah bersama –sama dengan mereka itu langkah yang telah dilakukan

  “Menjelang natal ini kita akan bersihkan dengan metode Polres Jayawijaya , Kodim 1702 Jayawijaya, satpol PP, untuk mengangkut mereka semua ke tempat, mungkin di Polres atau Kodim untuk didata semua, yang statusnya orang tua masih ada kita akan panggil orang tuanya , yang tak ada orang tua langsung diambil alih oleh dinas sosial,”jelas Alexander

   Ia melihat masalah Aibon ini adalah masalah lingkungan sehingga metode yang digunakan ini menghadirkan orang tua sehingga itu ada spesifikasi disana, FKUB akan lakukan rekonsiliasi karena masalah aibon ini mulainya dari keluarga yang berdampak ke lingkungan. (jo/tri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here