Pendidikan dan Kesehatan Usulan Prioritas

By

Pansus Otsus 2022 DPRD Kota Jayapura saat menggelar rapat dengar pendapat umum, di ruang Rapat Kantor DPRD Kota Jayapura, Jumat (7/10). (FOTO: Karel/Cepos)

Dalam Penggunaan Dana Otsus Jilid II 

JAYAPURA-Panitia Khusus (Pansus) Otsus 2022 DPRD Kota Jayapura, menggelar rapat dengar pendapat umum (RDPU) bersama Lembaga masyarakat (LMA), orang asli Papua (OAP), organisasi masyarakat (Ormas), dan Paguyuban orang asli Papua, di Ruang Rapat Kantor DPRD Kota Jayapura, Jumat (7/10).

  RDPU dipimpin langsung oleh, Mukri M. Hamadi selaku Ketua Pansus Otsus 2022,  dan Fajar Risky Wanggai, SH, selaku Wakil ketua Pansus Otsus 2022, serta dihadiri  seluruh anggota Pansus Otsus 2022.

  Dalam RDPU ini beberapa hal yang menjadi usulan prioritas peserta rapat, diantaranya Mutu Pendidikan, dan pelayanan kesehatan. Salah satu aktivis budaya dan praktisi pariwisata Kota Jayapura, Andris Eliaser Sama Kori, menyampaikan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada DPRD Kota Jayapura, karena telah memberi ruang kepada masyarakat di Kota Jayapura untuk membahas penggunaan dana Otsus jillid II.

   Menurut Andris Eliaser,  harapan besar dari pada penggunaan dana Otsus Jillid II ini adalah meningkatkan mutu pendidikan di Kota Jayapura. Sebab salah satu upaya untuk meningkatkan SDM, kata Andris Eliaser Sama Kori, adalah dengan meningkatan mutu pendidikan.

  “Kasih sekolah anak Papua banyak-banyak, karena hanya dengan pendidikanlah yang akan meningkatkan SDM,” ujar  Andris Eliaser Sama Kori.

  Selain peningkatan mutu pendidikan, Andris Eliaser Sama Kori, juga meminta agar penggunaan dana Otsus harus memperhatikan mutu pelayanan kesehatan di Kota Jayapura. “Selain pendidikan, kesehatan juga penting, mungkin melalui program khusus untuk menjamin kesehatan bagi OAP,” ujarnya.

  Adapun saran yang dia sampaikan agar penggunaan dana OTSUS Jillid II, dilakukan secara transparans. Diapun berharap peran penting dari DPRD untuk melakukan pengawasan dalam pengelolahan dana OTSUS. “Harus ada sosialiasi yang rutin terkait penggunaan dana otsus sehingga masyarakat bisa mengetahui penggunaannya seperti apa,” harap aktivis budaya.

  Sementara Defretes Wona, selaku Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), meminta agar penggunaan dana Otsus Jillid II dapat memperhatikan kemaslahatan masyarakat Papua. Seperti salah satu yang menjadi usulan prioritas dari Ketua DPC GMNI itu terkait pembuatan sertifikat tanah.

  “Gunakan dana otsus untuk pembuatan sertifikat tanah, lalu bagikan sertifikat itu kepada masyarakat, karena dengan adanya sertifikat, maka akan mempermudah masyarakat Papua membuka usaha,” harap  Defretes Wona.

  Dia juga meminta agar peran serta anggota dewan untuk mengawasi pengelolahan dana otsus, karena jika tidak adanya pengawasan yang rutin dari DPRD, maka penggunaan dana otus pastinya tidak dapat berjalan dengan baik. “Pada kesempatan yang baik ini kami minta agar Anggota Dewan dapat mengawasi pengelolahan dana Otsus secara masif, sehingga pemanfaatannya betul betul dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.

  Menanggapi berbagai usulan dan saran dari peserta rapat, Mukri M. Hamadi selaku Ketua Pansus Otsus 2022 menyampaikan bahwa pihaknya bangga atas usulan dan respon masyarakat terhadap penggunaan dana Otsus Jilid II. Menurutnya, tujuan dasar dari   rapat Pansus tersebut agar pengelolahan dana Otsus Jillid II, dapat dikelola secara efektif, efisien, transparan, taat pada peraturan perundang undangan.   

    Kemudian partisipasi masyarakat maupun keberpihakan bagi orang asli Papua, dan juga akuntabel dengan memperhatikan asas kepatuhan kemanfaatan, keadilan dan keberlanjutan sebagaimana diatur dalam undang undang nomor 21 tahun 2001, tentang Otonomi khusus bagi provinsi Papua.

  “Saya bangga adanya kritik dan saran dari masyarakat, ini yang kami (Pansus, DPRD)  harapkan, karena segala usulan kritik maupun saran akan menjadi bahan evaluasi untuk dibuatkan dalam peraturan,”ungkap Mukri. (rel/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: