Pengembangan Sarpas Mutlak Dilakukan, Pembangunan PLTA di Meepago Mulai Dipikirkan

By

Melihat Reses yang Dilakukan Sejumlah Anggota DPRP
Pengembangan Sarpas Mutlak Dilakukan, Pembangunan PLTA di Meepago Mulai Dipikirkan
Reses merupakan bagian dari penyerapan aspirasi masyarakat yang dilakukan oleh anggota DPR. Apa saja yang dilakukan selama reses yang dilakukan oleh Anggota DPRP Papua?

Laporan: Roberth Yewen
Reses tidak terlepas dari aktivitas yang selalu dilakukan oleh para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam menyerap aspirasi masyarakat di setiap daerah pemilihannya masing-masing.
Dengan reses anggota DPR dapat mengetahui tentang apa yang dibutuhkan masyarakat seperti perbaikan infranstruktur, pembangunan perumahan, pembangunan jalan, jembatan dan kebutuhan masyarakat di bidang perekonomian dan pemberdayaan masyarakat yang ada di dapilnya.
Di DPRP Papua, anggota dewan melakukan di setiap kabupaten/kota di Papua yang menjadi daerah pemilihannya (Dapil). Tak salah dalam setahun bisa dua kali anggota DPRP Papua menyerap aspirasi dari masyarakat yang diwakilinya.
Seperti reses yang dilakukan oleh anggota Komisi V DPRP Papua Bidang Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan Masyarakat, Tarius Mul, S.Sos di beberapa distrik yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang.
Sejak dipercayakan sebagai anggota DPRP Papua, Anggota Fraksi Demokrat DPRP Papua ini selalu melakukan kunjungan ke kampung-kampung untuk melakukan reses selaligus menyerap aspirasi dari masyarakat di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang. Tak hanya itu, dalam acara-acara di distrik politisi Partai Demokrat ini selalu menyempatkan waktu untuk menghadiri, sekaligus memberikan bantuan.
Namun dalam kegiatan reses yang kedua ini, Tarius melakukan dialog dan hearing bersama masyarakat di Kampung Persiapan Jembatan Nawa Hidup di Muara Nawa, Distrik Airu, Kabupaten Jayapura. Dalam reses ini berbagai aspirasi berhasil disampaikan masyarakat kepada Tarius selaku Anggota DPRP Papua.
Adapun aspirasi yang disampaikan masyarakat, yaitu tentang fasilitas pendidikan, kesehatan, infrastruktur, perekonomian dan lain sebagainya. aspirasi masyarakat yang disampaikan ini merupakan hal-hal dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat di Kampung Persiapan Jembatan Nawa Hidup di Muara Nawa, Distrik Airu.
“Saat saya reses memang banyak masukan dari warga masyarakat mengenai pendidikan, kesehatan, infranstruktur, sehingga nanti saya catat untuk di tindaklanjuti dalam sidang-sidang di DPRP Papua,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Tarius aspirasi yang disampaikan masyarakat ini akan ditindaklanjuti olehnya kepada pihak eksekutif dalam hal ini pemerintah daerah di Provinsi Papua, sehingga ada perhatian kedepan bagi masyarakat yang berada di daerah-daerah terpencil yang jauh dari daerah perkotaan seperti yang ada di Kampung Persiapan Jembatan Nawa Hidup di Muara Nawa, Distrik Airu.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat ini akan kami bawa untuk di bahas di DPRP, sehingga ada perhatian bagi masyakat di daerah Nawa,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Kelompok Khusus DPRP Papua dari 14 kursi, Jhon NR. Gobai dalam melakukan reses ke wilayah adat Meegapo, dirinya menemukan sejumlah aspirasi, salah satunya adalah pembangunan PLTA Aiyama. Sungai ini dianggap sangat strategis untuk membangun PLTA bagi wilayah Meegapo.
Sungai Iyaima adalah sebuah sungai yang menurut pandangan secara kasat mata arus dan kemiringannya, dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk membuat pembangkit listrik tenaga air.
“Sungai ini berada tepat di kilo 171 ruas jalan nabire ke ilaga, sungai ini berada di antara Kampung Ugida dan Kampung Kunu, Distrik Siriwo, Kabupaten Nabire. 1 kilo dari sungai ini kearah selatan, Kampung Ugida terdapat tiang listrik dan jaringan listrik yg jaringannya melewati kabupaten Dogiyai dan Deiyai sampai di Paniai,” jelasnya.
Gobai menyampaikan pada tanggal 30 Juni 2021 dalam kegiatan reses Anggota DPR Papua dirinya sampai di Sungai Iyaima, saya mendengar ada harapan masyarakt akan kebutuhan listrik di daerah tersebut.
“Karena itu saya meminta kepada Pemerintah, Pemprov Papua agar dapat melakukan studi DED dan Feasible study terhadap sungai ini untuk dapat dikembangkan sebagai PLTA di meepago,” ujar pria yang sehari-hari bekerja untuk masyarakat adat ini.
Tidak hanya itu, Gobai mengusulkan agar jalan Paniai ke Intan Jaya sebagai jalan nasional dan ruas jalan Enagotadi-Dagouto dipindahkan. Ruas jalan ini merupakan ruas jalan Papua, sehingga dapat diperhatikan untuk di bangun ruas jalan tersebut. Dengan begitu masyarakat akan mudah untuk mengakses transportasi antar kabupaten di daerah Meepago.
“Ruas jalan Paniai ke Intan Jaya merupakan ruas jalan yang menghubungkan dua kabupaten yaitu Kabupaten Paniai Kabupaten Intan Jaya. Ruas jalan ini merupakan bagian dari trans Papua, ruas jalan Nabire- Ilaga. Dua kabupaten ini dan Pemprov Papua telah mengalokasikan dana dan mengerjakan ruas jalan ini,” ujarnya. (*/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: