Penjualan Sapi Kurban Lesu

By

JAYAPURA-Hari Raya Idul Adha 2021 tinggal menghitung hari dan Idul Adha tahun ini permintaan sapi kurban di Kota Jayapura sangat lesu .

 Waluyo selaku penjual sapi kurban di Kota Jayapura mengatakan, ia baru menjual sapi kurban 10 ekor,  dengan harga Rp 13 juta sampai Rp 20 juta/ ekor.

 “Tahun ini penjualan sapi kurban lesu sekali.  Tinggal beberapa lagi dilaksanakan Hari Raya Idul Adha,  sapi kurban yang saya jual baru laku 10 ekor, padahal sebelum ada pandemi Corona tahun 2019 saya bisa jual 60 ekor. Saat pandemi Corona di 2020 masih tetap 60 ekor, tapi pandemi sekarang ini penjualan sapi kurban sepi sekali baru 10 ekor,”ungkapnya, Senin(12/7) kemarin.

 Waluyo sendiri berjualan sapi sudah cukup lama tidak hanya pada saat momen Hari Raya Idul Fitri,  tapi setiap hari juga mensuplay sapi yang dipotong untuk penjual daging di pasar Youtefa Abepura.

  Diakuinya, sapi kurban yang disiapkan masih ada sekira 50 ekor dan ini sudah disiapkan 2 bulan lalu.  Pembeli kebanyakan masyarakat umum , untuk pembeli dari instansi pemerintah baik kota, provinsi maupun TNI/Polri atau perusahaan juga belum, padahal tahun lalu walaupun pandemi Corona masih ada tapi tahun ini sepi sekali.

 “Sapi kurban yang saya siapkan 50 ekor lebih saya beli dari Arso dan Koya saya pelihara sudah 2 bulan, dalam satu hari sendiri untuk makannya butuhkan biaya sampai Rp 1 juta karena beli mulai rumput, ampas tahu dan lainnya,”ujarnya saat ditemui di lokasi tempat ia siapkan sapi korban di belakang Kantor KPU Kota Jayapura di Jalan Enggros Tanah Hitam.

 Waluyo menjelaskan, sejatinya membeli sapi di pedagang sapi malah justru terjangkau. Tinggal pilih punya uang berapa lalu bisa lihatsapinya dan banyak pilihan. Namun kalau membeli sapi ke petani langsung  pasti  sapinya tidak banyak dan harganya  tidak mau turun. 

 “Sapi kurban yang saya jual dari tahun ke tahun juga tetap sama tidak saya naikkan karena saat ini pandemi covid 19 harga daging juga masih tetap stabil,”jelasnya.

  Sementara itu, Isak penjual sapi kurban di Koya juga mengaku, kalau sapi kurban yang ia jual sudah laku 30 ekor. 

 Diakuinya, adanya pandemi Corona permintaan sapi kurban sangat turun dari sebelumnya ia bisa jual sampai 100 ekor, dengan pembeli dari instansi pemerintah,  pelaku usaha dan masyarakat. 

 Ia sendiri punya sapi juga banyak yang dititip ke masyarakat Koya. Sistemnya bagi hasil, caranya ia beli sapi nanti dibesarkan orang di Koya lalu pada saat dijual nanti untungnya kecuali modal dibagi sama-sama sesuai kesepakatan. (dil/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: