Penumpang KM Cantika 66 Terlibat Bentrok

By

Sempat Ditahan, Kapal Diberangkatkan Setelah Adanya Koordinadi

JAYAPURA-Diduga dipengaruhi minuman keras, sekira seratusan orang calon penumpang KM Cantika 88 tujuan Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya, terlibat bentrok di Pelabuhan Jayapura, Rabu (4/8).

Selain terlibat bentrok dengan sesama calon penumpang lainnya, mereka juga bentrok dengan petugas TKBM. 

Kapolsek KPL Jayapura Iptu Rischard L Rumboy mengatakan, para penumpang yang berjumlah sekitar seratusan orang tersebut hendak ke Mamberamo Raya lantaran duka meninggalnya salah satu kepala suku besar di Kasonaweja.

“Sebelumnya, mereka ini sudah membuat surat yang ditujukan kepada Pemkot Jayapura perihal keberangkatan mereka ke Mamberamo. Hanya saja, dalam pengurusan surat ada kendala. Dimana surat izin yang dimasukkan ke Pemkot Jayapura,  baru akan diserahkan ke Pemprov Papua, Kamis (5/8),” jelas  Rischard Rumboy saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, kemarin. 

Lanjut Kapolsek, tidak terima dengan hal tersebut, sejumlah penumpang yang sudah berada di pelabuhan dan dipengaruhi Miras terlibat bentrok. Mereka saling lempar menggunakan batu dan botol.

“Mereka juga sempat bentrok dengan TKBM di Pelabuhan lantaran tidak terima ditegur. Ada beberapa orang di antara mereka yang terluka,” ungkap Kapolsek. 

Dikatakan, kapal diberangkatkan dari Pelabuhan Laut Jayapura menuju Kasonaweja setelah dilakukan koordinasi dengan pihak pihak terkait. Pemberangkatan kapal tersebut dikarenakan situasi yang tidak memungkinkan untuk kapal ditahan.

“Kalau kami tahan bisa terjadi keributan yang berkepanjangan, apalagi mereka nyaris merusak kapal. Keberangkatan kapal untuk mencegah hal buruk terjadi,” kata Kapolsek.

Diakuinya, dari seratusan penumpang kapal yang berangkat, ada sebagian dari mereka yang tidak melakukan rapid dan mereka mengaku sebagai keluarga almarhum kepala suku kasonaweja.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Jayapura, Taher Laitupa mengatakan, KM Cantika 88 diberangkatkan dari Pelabuhan Jayapura menuju Kasonaweja pada pukul 21:00 WIT dengan membawa penumpang sebanyak 120 orang.

Menurut Taher, sesuai dengan PPKM seharusnya sementara waktu penumpang kapal ditiadakan. Namun, ada situasi lain di lapangan sehingga semua unsur yang terlibat dalam pengamanan pelabuhan sepakat kapal diberangkatkan.

“Izin jalan kapal diberikan berdasarkan kesepakatan oleh semua petugas yang ada di Pelabuhan. Hal ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, sudah ada pernyataan dari nahkoda kapal bahwa ketika balik dari Kasonaweja ke Jayapura tidak membawa penumpang,” tuturnya. 

Taher menjelaskan, sebelumnya dari Pemerintah Kabupaten Mamberamo sudah mengajukan surat ke Wali Kota Jayapura. Hanya saja, pihak Pemkot menyampaikan kepada mereka bahwa surat akan disampaikan ke Gubernur Papua pada Kamis (5/8). Sementara  posisi di pelabuhan sendiri sudah tidak nyaman atau bentrok. “Atas kesepakatan petugas yang ada di pelabuhan, kapal diberangkatkan dengan catatan catatan penting,” tutupnya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: