Penyalur Pupuk Subsidi Diwarning!

By
Penandatangan pakta integritas  yang dilakukan  oleh para penyalur  pupuk subsidi produksi PT Petro Kimia  Gresik di Merauke, Kamis (19/9).  (FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-   Para penyalur  pupuk  bersubsidi  produksi  PT Petro Kimia  Gresik diberi warning  untuk   tidak mencoba memainkan  pupuk  yang telah  disubsidi  oleh pemerintah  tersebut. Sebab, apabila  kedapatan  memainkan  pupuk  yang disubsidi pemerintah   tersebut  maka sanksinya pidana.   

  ‘’Jadi pertemuan  hari ini dengan  para penyalur  resmi pupuk subsidi  PT Petro Kimia  Gresik  tersebut  adalah untuk mengingatkan kembali akan tugas dan tanggungjawab mereka sebagai orang yang dipercaya untuk menyalurkan pupuk  bersubsidi.  Harus dipatuhi oleh masing-maisng kios,’’ tandas Staf  Perwakilan Penjualan PT Petro Kimia  Gresik Deni Tambunan, kepada wartawan   di Merauke,   Kamis (19/9).  

    Sebagai bentuk komitmen dan tanggung  jawab tersebut, lanjut Deni Tambunan   maka para pengecer atau penyalur  pupuk subsidi   ini kembali  menandatangani  pakta integritas.  

‘’Nah, tentunya kalau itu dilanggar   maka ada sanksi  administrasi maupun sanksi pidana,’’     tandasnya. 

    Deni menjelaskan bahwa   untuk Kabupaten Merauke, jumlah penyalur     pupuk Petro Kimia Gresik  tersebut adalah 52 orang.  Para penyalur  inilah yang akan menyalurkan  pupuk  bersubsidi  kepada petani sesuai   yang  tertuang dalam RDKK.  

   ‘’Bagi yang tidak   masuk    dalam RDKK  maka jelas  tidak mendapatkan alokasi  pupuk subsidi  tersebut,’’ jelasnya.   Dikatakan, harga   pupuk  subsidi  ini  sudah ditentukan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tidak boleh   menjual  diatas  harga  yang ditentukan   Pemerintah tersebut.   Namun   harga  ini tidak termasuk ongkos  dari kios pengecer ke   petani yang membeli  pupuk tersebut. 

  “Kalau dia minta diantarkan  maka  itu biaya sendiri. Tapi tidak boleh dimasukan  dalam nota  pembelian  pupuk subsidi   tersebut. Ongkos  transportasi  itu harus dibuat  kwitansi  tersendiri ,’’ jelasnya.  

   Dikatakan,   untuk membedakan antara  subsidi dan non subsidi  pupuk PT Petro Kimia Gresik, kata Deni    Tambunan  pertama dari  karung yang digunakan. Pada karung sudah ditulis pupuk subsidi di bawah pengawasan  pemerintah. Dan kedua, untuk ponska subsidi warnanya   merah. Sedangkan   ponska non subsidi warnanya  putih. 

  Deni  Tambunan menjelaskan, dari audit   yang dilakukan BPKP  Provinsi Papua  terhadap penyaluran pupuk subsidi PT Petro Kimia Gresik  tersebut dalam proses auditnya hanya  ditemukan hal-hal minor saja.  ‘’Tidak  ditemukan sesuatu  yang disegaja untuk melanggar aturan     terhadap pupuk bersubsidi ini. Dapat dikatakan bahwa untuk Merauke  dalam penyaluran pupuk bersubsidi  ini masih aman,’’ jelasnya.  (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: