Penyerapan Anggaran di Papua Baru 30 Persen

By

JAYAPURA – Daya serap anggaran di Provinsi Papua sangat rendah. Sampai Bulan Agustus baru tercapai 30 persen. Pemerintah Provinsi Papua akui bahwa daya serap yang renda tersebut disebabkan adanya SKPD yang belum melaksanakan program kerjanya.

 Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua Muhammad Musaad menjelaskan, jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, pada Agustus  penyerapan anggaran sudah berada di atas 50 persen.

 “keterlambatan penyerapan anggaran ini, disebabkan oleh masih ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua yang belum melaksanakan program dan kegiatan yang telah ditetapkan,”ujarnya kepada Cenderawasih Pos,  Senin (23/8) kemarin

 Selain itu,  penyerapan anggaran juga disesuai dengan permintaan pemerintah pusat di Jakarta, yang mana pemerintah daerah harus mengeluarkan 8% anggarannya dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk penanganan Covid-19.

 “Terkait 8% tersebut datang setelah kami menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021 sehingga hal ini juga ikut mempengaruhi penyerapan anggaran dimana  banyak program dan kegiatan yang akan dilakukan oleh OPD namun tidak tersedia anggarannya karena telah direfocusing untuk delapan persen tersebut,”ungkapnya.

 Lanjutnya, Banyak juga OPD yang menunggu sidang perubahan untuk program yang hendak direvisi. Hal inilah yang menyebabkan daya serap anggaraan menjadi rendah. Namun biasanya mendekati akhir tahun, penyerapan anggaran ini akan naik, terbukti dari tahun ke tahun daya serap Pemprov Papua selalu berada di kisaran 95-96 persen. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: