Peran Akademisi Netral Dalam Mengkaji Otsus Jilid II

By

Marlina Flassy S. Sos, M. Hum, PhD (foto: Ayu/cepos) 

JAYAPURA – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Universitas Cenderawasih Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengadakan seminar nasional dengan tema Otonomi Khusus Papua dalam Perspektif Sosial, Budaya dan Politik di Front One Hotel Waena pada Selasa (07/12).

 Dekan Fisip Universitas Cenderawasih, Marlina Flassy S. Sos, M. Hum, PhD mengatakan hal ini dilatarbelakangi adanya kebijakan dan regulasi baru terkait otsus jilid dua di Papua. “Selaku pimpinan fakultas, kami mencoba memberi pembobotan dari pemikiran para akademisi atas otonomi khusus yang sudah bergulir sekarang ini. Ini artinya suatu kebijakan dari pemerintah pusat untuk memajukan, mensejahterakan masyarakat di Tanah Papua ini,”ujarnya.

 Menurutnya aturan kebijakan tersebut sangatlah penting, namun dari sisi lain masyarakat harus dipersiapkan untuk menerima apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat. “Masyarakat disini kita dengar tadi ada pro kontra. Tapi dari kacamata akademisi kita harus memberikan penjelasan secara baik supaya masyarakat kita memahami apa maksud dan tujuan pemerintah pusat dengan melanjutkan otosus jilid dua ini,” Jelasnya.

 Pentingnya informasi dan publikasi kepada masyarakat serta peran akademisi dalam mengkaji persoalan tersebut secara netral dinilai mampu berkontribusi dalam tercapainya tujuan otsus jilid dua. “Ketika mereka sudah memahami, apalagi orang dari perguruan tinggi yang berbicara, itu mereka akan melihat bahwa inilah yang sesungguhnya harus terima apa yang dikaji oleh dunia kampus. Terlebih kami berdiri secara netral. Tidak berpihak pada pemerintah maupun masyarakat.” Imbuhnya.

Dari hasil seminar pihaknya berharap bisa menjadi bahan pertimbangan dan pembobotan kepada badan khusus yang baru saja dibentuk langsung dibawah wapres untuk mengawasi pelaksanaan otsus Papua. “Hasil dari seminar ini bisa sebagai masukan, mulai dari program kerja mereka bisa melibatkan orang dari berbagai macam bidang keilmuan, tidak hanya ekonomi namun juga sosial.” Tandasnya. (cr – 265/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: