Perlunya Kebijakan yang Lindungi Perempuan dan Anak di Daerah Konflik

By

JAYAPURA- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua dan Papua Barat terus memberikan perhatian terhadap korban kekerasan terhadap perempuan. Hal ini terlihat dari penanganan kasus yang dilakukan LBH dalam menangani kasus kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak di Papua.

Direktur LBH Papua dan Papua Barat, Imanuel Gobay, S.H, M.H mengungkapkan bahwa perlu adanya kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah di daerah dalam melindungi perempuan dan anak di daerah-daerah konflik yang ada di Papua.

Menurut Imanuel, masih banyak korban kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak di daerah-daerah konflik yang belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Oleh karena itu, penting sekali untuk dibuatkan sebuah kebijakan-kebijakan di daerah yang dapat melindungi perempuan dan anak di daerah-daerah konflik.

“Perlu adanya kebijakan-kebijakan yang bisa melindungi perempuan dan juga anak di daerah konflik. hal ini yang sampai saat ini tidak ada, padahal penting sekali hal ini dalam memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak,” ungkapnya kepada cenderawasih pos saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (5/4).

Imanuel menyampaikan, perlu adanya sebuah draf analisis yang dibuatkan oleh para perempuan-perempuan yang terlibat dalam dunia akademisi, tetapi juga di lembaga-lembaga LSM, sehingga mendorong draf yang dapat memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak di daerah-daerah konflik di Papua.

Dia menyatakan, dengan adanya sekolah advokasi bagi perempuan baru-baru ini di Jayapura tentunya menjadi modal tersendiri bagi para perempuan-perempuan Papua, sehingga dapat melakukan langkah-langkah kedepan yang dapat memberikan proteksi dan perhatian serius terhadap masalah perempuan dan anak di Papua.

“Kami harapkan hal ini bisa dilakukan oleh perempuan di Papua, sehingga kedepan pemerintah bisa memberikan perhatian terhadap hak-hak perempuan dan anak di berbagai daerah, terutama daerah-daerah konflik yang ada di Papua,” harapnya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: