Permasalahan Air di Jayapura Tak Bisa Hanya Ditangani PDAM

By

Wali Kota Minta Libatkan Warga Sekitar

JAYAPURA –  Rangkaian hari air sedunia yang jatuh pada 22 Maret (hari ini) diperingati PDAM Jayapura dengan melakukan aksi penanaman pohon dan pembersihakn di lokasi sekitar kawasan intake. Sehari sebelumnya PDAM melakukan hal serupa di intak Cycloop Kabupaten Jayapura dan berlanjut di intake Kampwolker, Waena Kota Jayapura.  Dalam upaya untuk melindungi kawasan sumber air ini, PDAM tak sendiri melainkan    menggandeng kelompok pelanggan, komunitas dan warga sekitar.

“Ada 600 bibit yang kami tanami sekaligus pembersihan sumber air sebagai wujud meghargai air seperti tema tahun 2021. Ini menjadi upaya kami untuk mengajak warga lebih peduli pada kawasan  sumber air,” jelas Direktur PDA Jayapura, Entis Sutisna di Kampwolker, Sabtu (20/3). Ia menyebut tahun 2020 PDAM mengalami krisis air yang tidak hanya di Kota Jayapura tetapi juga Kabupaten Jayapura. Krisis itu berlanjut hingga Januari 2021.

“Kami mengalami penurunan hampir 50 persen dimana dari 895 liter/detik hanya 50 persen yang bisa dimanfaatkan karenanya upaya lain harus dilakukan namun kami tentunya tak bisa sendiri. Kemitraan ini akan berjalan terus, menanam diseluruh sumber air sehingga perlahan – lahan memperbaiki kerusakan di lokasi sumber air,” tambahnya.

Pihaknya juga  meminta aparat penegak hukum untuk menindak pelaku yang merusak atau membuka lahan perkebunan atau aktifitas illegal di kawasan sumber air. “Kami beberapa kali  mendapat pipa transmisi di Kampwolker maupun Kojabu dibolongi dan dirusak. Ini harus  ditindaklanjuti sebab akan mempengaruhi debit air,” tegas Entis. PDAM siap menempatkan pengaman di daerah cathment area dengan melibatkan masyarakat disekitar lokasi dimana dengan perekrutan ini bisa menjaga akses orang untuk dibatasi bagi yang tidak berkepentingan. “Itu termasuk posko,” pungkasnya.

Sementara, Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano sempat mengecek langsung intake di Kampwolker. Tomi Mnao bersama Wakil Wali Kota, H. Rustan Saru sampai menaiki pipa dan menyeberang kali untuk melihat kondisi terkini. “Ada kandang babi dan kebun juga tapi saya dengar kandang ini sudah tidak dipakai lagi dan saya minta kawasan ini dijaga tapi jangan sendiri. Harus libatkan warga sekitar,”  tegas Tomi Mano.

Ia bahkan sempat beberapa kali menyebut nama Buchtar Tabuni yang dianggap memiliki pengaruh di lokasi tersebut  untuk ikut membantu menjaga. “Tadi saya sudah bertemu dan dia sampaikan bahwa ia menyiapkan 5 orang yang akan menjaga kawasan ini. Kami juga akan memikirkan  bagaimana 5 orang ini bekerja dengan diupah,” imbuhnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: