Permintaan Bahan Bangunan Belum Stabil

By

Pengunjung di Supermarket Bahan Bangunan Cipta Jaya saat memilih cat tembok, Jumat (11/3). ( FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA- Di tahun 2021 lalu penjualan bahan bangunan di kota Jayapura ada yang mengalami peningkatan ada juga yang mengalami penurunan. Pimpinan supermarket bahan bangunan Cipta Jaya Hartono Liem mengakui, prospek penjualan bahan bangunan di supermarketnya untuk  Tahun 2021 memang cukup mengalami peningkatan jika dibanding dari Tahun 2020.

Hal ini disebabkan karena untuk permintaan bahan bangunan khususnya dalam perhelatan pelaksanaan Olahraga Nasional PON 2021 Papua yang diselenggarakan di Jayapura untuk venue yang membutuhkan bahan bangunan banyak diambil di tempatnya sehingga ini juga membantu dalam peningkatan omzet dibanding Tahun 2020 lalu.

“Kita bersyukur Tahun 2021 untuk permintaan bahan bangunan  mengalami peningkatan sekitar 20% jika dibanding Tahun 2020 dan dominan memang penyumbangnya untuk kebutuhan pembangunan venue PON XX Papua,”ungkapnya.

Menurutnya, Tahun 2021 harga  bahan bangunan cukup banyak yang mengalami kenaikan harga, seiring dengan naiknya bahan baku dalam membuat bahan bangunan seperti meningkatnya harga batubara. Naiknya harga batubara buat harga besi mengalami kenaikan yang cukup signifikan hampir 30% dari harga sebelumnya termasuk semen dan lainnya.

Ditambahkan, dengan status pandemi Covid-19 akan diubah menjadi endemi hal ini diakui tidak terlalu berpengaruh karena ini yang akan berpengaruh pasti orang dalam melakukan aktivitas seperti pergi namun dalam orang membangun tentu tergantung dari perputaran ekonominya saja yang khususnya untuk pembangunan.

Di tempat terpisah, pimpinan di Toko Medan Jaya Supermarket Bahan Bangunan di Kota Jayapura Kumaidi mengaku, justru penjualan bahan bangunan Tahun 2021 Mengalami penurunan sekitar 20%. Hal ini disebabkan selain dari pandemi Covid -19 pihaknya juga tidak dapat penjualan bahan bangunan untuk proyek venue PON XX seperti toko bangunan lainnya.

Sehingga ia mengaku Tahun 2020 dan 2021 memang penjualan bahan bangunan di tokonya menurun hingga 20%.

“Untuk di Tahun 2022 ini sampai sekarang juga masih terlihat sepi karena proyek juga belum berjalan kemungkinan bisa naik setelah lebaran dan kita masih menunggu apakah naiknya bagus atau tidak,”tandasnya.(dil/gin)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: