Persiapan PON XX, Sediakan 10 Bapok dan Olahan Lokal

By

JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua, melalui Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua melaksanakan Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal dan Pasar Murah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Papua, Samuel Siriwa menjelaskan, ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap menjelang hari-hari raya keagamaan dan hari-hari besar lainnya.

“Komoditas yang kami sediakan merupakan 10 bahan pokok dan kali ini kami juga menyediakan pangan olahan yang dikembangan oleh industri rumah tangga, yang mana ini kami persiapkan juga dalam rangka menyambut PON XX,” kata Samuel kepada Cenderawasih Pos, Rabu (24/3) kemarin.

Lanjutnya, pelaksanaan PON XX sendiri pastinya akan dilaksanakan pada 2-15 Oktober 2021. Oleh sebab itu,  apa yang pihaknya persiapkan saat ini, nantinya juga akan disiapkan pada saat pelaksanaan PON XX.

Ia juga menjelaskan, untuk persediaan Bapok menyambut PON, pihaknya tengah mengikuti arahan dari Gubernur Papua dan harapan dari masyarakat Papua yaitu tetap mendorong ketersediaan pangan lokal.

“Kami tetap mendorong ketersediaan pangan secara lokal di Papua, seperti yang diharapkan oleh Gubernur Papua. kalau beras kita sendiri di Merauke memang cukup, tetapi ada juga ketersediaan beras dari Nimbokrang, bukan hanya beras tetapi juga pangan lokal seperti sagu, umbi-umbi lokal dan sebagainya,” jelasnya.

  Sementara itu, Pelaku UKM Nahi Ndha Wari (Tepung Sagu dan Olahannya), Magdalena Toto menjelaskan, untuk pangan lokal berupa Sagu, dirinya sudah menyiapkan produk sagu, mulai dari tepung sagu, ice cream sagu dan juga aneka kukis dari sagu.

Magdalena juga mengakui, bahwa produk olahannya tersebut juga sudah dipasarkan di beberapa supermarket seperti Hypermart, Saga dan toko lainnya. Meski yang baru masuk supermarket adalah tepung sagu.

Dari usahanya tersebut, Ia telah membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu Papua lainnya, menurut Magdalena, suda ada 5 kelompok UKM yang telah dibina dan diajak mengolah tepung sagu menjadi bermacam-macam kuliner baik roti, kukis, cake dan sebagainya.

“Ini kami lakukan untuk menyambut PON XX, yang saya targetkan pada event tersebut saya bisa produksi 3.000 kg lebih tepung sagu baik sebagai olahan maupun tepung asli yang akan dijual sebagai oleh-oleh pada saat PON,” pungkasnya. (ana/ary)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: