Pertajam Instruksi Wali Kota

By

JAYAPURA- Bersama jajaran Tim Satgas Covid 19 Kota Jayapura, serta stakeholder terkait lainnya, Pemerintah Kota Jayapura melakukan Rapat Koordinasi Teknis di Aula Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (4/8) kemarin.

Rakornis ini tak lain menindaklanjuti hasil Rapat Forkopimda yang sebelumnya dilakukan dan dituangkan dalam Instruksi Wali Kota 9/2021 untuk diterapkan di sepanjang Agustus ini.

“Kita mengundang semua koordinator bidang tim Satgas Covid 19 untuk melakukan pembagian tugas, agar Instruksi Wali Kota Jayapura 9/2021 bisa optimal dalam pelaksanaannya dalam satu bulan ini,” terang Ir. Rustan Saru, MM., Rabu (4/8) kemarin.

Pembagian tugas yang dilakukan melingkupi operasi yustisi yang akan dilakukan setiap minggu, dengan hari yang ditentukan secara acak. Juga, melaksanakan penyekatan atau karantina wilayah di beberapa titik di Kota Jayapura.

“Kita juga akan melakukan sidak terhadap beberapa oknum yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga peti jenazah, oksigen, termasuk meninjau distributor obat-obatan, juga konektor tabung oksigen yang harganya naik signifikan,” ungkapnya.

Kata Wawalkot pendataan pemalsuan dokumen seperti halnya yang terjadi di pelabuhan akan dilakukan sebagai tindaklanjut dari apa yang telah terjadi sebelumnya.

“Kemudian, kita lakukan penyemprotan disinfektan di beberapa titik, terutama rumah ibadah, tempat umum seperti ATM, fasilitas kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, dan tempat terbuka seperti terminal dan pasar,” jelasnya.

“Kita akan memberikan bantuan kepada warga yang benar-benar terdampak Covid 19. Akan kita data, seperti misalnya usaha yang ditutup, dalam hal ini salon, tempat pijat, dan lainnya,” tambahnya.

Untuk bidang informasi, sambung Wawalkot Rustan, akan dibuat stiker dan spanduk untuk dipasang di tempat-tempat yang dilarang beroperasi dalam satu bulan ini, seperti halnya tempat rekreasi. Juga mereka yagn terjaring yustisi akan diberikan stiker OKB (Orang Kepala Batu) dan ditempelkan di punggungnya.

“Masih dari bidang informasi, Diskominfo kita minta agar hasil operasi yustisi yang divideokan diputar di videotron sebagai bahan publikasi. Terakhir, kita akan siapkan tempat isolasi mandiri terpusat di Asrama Haji,” pungkasnya. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: