Beranda UTAMA PAPUA Pesta Kembang Api Warnai Perayaan Pergantian Tahun di Mamteng

Pesta Kembang Api Warnai Perayaan Pergantian Tahun di Mamteng

0
FOTO BERSAMA: Bupati Mamteng, Ricky Ham Pagawak, SH., M.Si., (dua dari kanan) bersama Kapolres AKBP Dedy Herdiana, tokoh Agama Pdt. Daniel Pagawak, Ketua LMA Babor Bagabol dan Perwira Penghubung saat menyaksikan pesta kembang api dalam perayaan malam pergantian tahun di Kobakma, Selasa (31/12) lalu. ( FOTO: Humas Pemkab Mamteng for Cepos)

KOBAKMA-Perayaan malam pergantian tahun  dengan pesta kembang api layaknya kota-kota besar juga dilakukan di Kobakma, ibu kota Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng), Selasa (31/12) malam.

Pesta kembang api itu, tersebar di beberapa titik. Antara lain di bukit Adu Mama yang berbatasan dengan Kabupaten Jayawijaya, bukit Waibalek perbatasan dengan Kabupaten Yalimo, bukit Tanah Merah dan sepanjang jalan-jalan utama ibu kota.

Bupati Ricky Ham Pagawak, SH, M.Si., bersama Kapolres Mamteng, AKBP. Dedy Herdiana, tokoh Agama Pdt. Daniel Pagawak, Ketua LMA Babor Bagabol dan Perwira Penghubung berkesempatan menggelar pesta kembang api di kawasan lapangan terbang (Lapter).

Malam pergantian tahun diawali dengan hitung mundur yang dipimpin Bupati Ricky Ham Pagawak bersama Kapolres dan tokoh agama serta tokoh adat. 

Tepat pukul 24.00 WIT, langit Kobakma dipenuhi dengan warna-warni kembang api. Bahkan bisa disaksikan masyarakat yang berada di daerah perbatasan Kabupaten Jayawijaya, Yalimo dan Tolikara. Usai pesta kembang api dilanjutkan dengan pesta lemon nipis dan besek oleh warga Kobakma di kediaman bupati.

Bupati Ricky Ham Pagawak mengaku, bersyukur pada Tuhan. Sebab hingga usia enam tahun kepemimpinannya, kabupaten Mamberamo Tengah berada dalam keadaaan aman.

“Kami masyarakat Mamberamo Tengah menyambut Tahun Baru dengan syukur,suka cita, dan damai sejahtera. Kami yakin dan percaya karena penyertaan Tuhan selama ini, juga akan menyertai kami pada Tahun 2020,” ujarnya. 

Menurutnya, hal itu bisa terjadi berkat kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk menjaga kabupaten mereka dengan doa. Dan tentunya kerja sama yang baik antara, antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat maupun TNI-POLRI.

Bupati dua periode ini mengatakan, tidak bisa memastikan apa yang terjadi pada tahun 2020. Namun itu sudah terbukti dengan penyertaan Tuhan selama ini. 

“Sebagai salah satu kabupaten di pegunungan tengah dengan tingkat kesulitan tinggi dan lima suku besar dan pola hidup yang berbeda, justru semuanya bisa berjalan dengan baik,” katanya. 

Bupati mengatakan, malam pergantian tahun dengan pesta kembang api bisa yang dirasakan oleh masyarakat Mamberamo Tengah, namun tidak dengan saudara-saudara di Kabupaten Jayawijaya, Nduga, Intan Jaya dan Yahukimo.

Untuk itu, pihaknya menggelar pesta kembang api yang bisa terlihat dari beberapa kabupaten seperti Jayawijaya, dan Yalimo, sehingga mereka bisa terhibur.

”Ini juga, untuk memberikan hiburan sebagai bentuk simpati bagi saudara-saudara di Jayawijaya, Yahukimo, termasuk di Intan Jaya dan Nduga, yang tidak bisa merasakan suka cita seperti yang dirasakan Masyarakat Mamberamo Tengah,”ucapnya.

“Sebagai sesama orang Papua dan Pegunungan, kami juga merasakan apa yang mereka rasakan. Semua elemen masyarakat di Mamberamo Tengah berdoa, semoga di Tahun Baru mereka diberikan kekuatan, jalan keluar dari semua masalah yang dialami. Ini bukan masalah Nduga, Intan Jaya, Yahukimo dan Jayawijaya, tapi ini masalah orang Papua,” tambahnya.(Humas/reis/nat) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here