Beranda Merauke Hari Ini Pihak SMPN2 Merasa Kecolongan

Pihak SMPN2 Merasa Kecolongan

0

Terkait Adanya Anak Didiknya yang Diamankan  Satpol PP  Karena ikut  Pesta Miras

MERAUKE- Pihak  SMPN  2 Merauke     merasa kecolongan dengan adanya   oknum siswa   sekolah tersebut yang   tertangkap  oleh   Satuan Polisi Pamong  Praja Kabupaten  Merauke bersama dengan siswa lainnya dari    sekolah lain  saat sedang  minum minuman keras  di belakang sekolah  Pasar   Mopah  Baru. 

    Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Merauke Bidang  Kesiswaaan  Dra. Luciana C. Runtu ditemui  media ini mengaku  bahwa   sebenarnya pihaknya   kecolongan  dengan adanya anak  didiknya  yang keluar sekolah dan bergabung dengan anak-anak   lain melakukan hal-hal yang   tidak terpuji tersebut. 

   Sebab, pada hari  Selasa (8/10)    tersebut,    anak-anak  memang tidak belajar karena  pada hari  itu  seluruh wali kelas  diberi tugas  untuk melakukan  pembinaan   kepada seluruh  siswa  yang terkait dengan permasalahan  yang  terjadi selama ini    seperti bolos, lompat pagar  sekolah sehingga  hal-hal tersebut tidak terjadi lagi.  

   “Nah,  di celah bapak ibu guru sedang melakukan  pembinaan di dalam ruangan kelas, anak-anak yang lain    keluar   tanpa kita lihat lagi.  karena  sehari kemarin itu memang tidak ada proses belajar mengajar  karena  para wali kelas  diberi  waktu sepenuhnya  untuk membimbing dan mengarahkan  hal-hal apa yang perlu diperhatikan supaya ke depan sampai  naik kelas atau lulus  tidak ada lagi masalah-masalah  yang terjadi di sekolah,’’ katanya.    

   Menurut  dia,   pengawasan   terhadap  seluruh anak  siswa tersebut  berpijak dari pertemuan  antara para orang  tua siswa tersebut dengan pihak sekolah  beberapa waktu lalu.   Dimana sejak 7 Oktober  2019, pihaknya mensosialisasikan  tata tertib sekolah, salah satunya  adalah bagaimana cara mengatasi siswa yang bermasalah  dari hari ke hari adanya kasus  tersebut.       “Sosialisasi    terkait tata tertib sekolah itu perlu kami sampaikan sebagai  pagar. Sehingga ketika semua warga  yang ada di SMPN 2 Merauke merasa aman, nyaman, tenteram, dan tenang.  Tapi sekali saya sampaikan  bahwa kondisi  kemarin boleh  saya katakana kami kecolongan,’’ tandasnya.    

  Soal sanksi yang akan diberikan  bagi siswa yang  kedapatan  melakukan perbuatan tak  terpuji  tersebut, meurut  Luciana  bahwa sanksi   yang diberikan adalah sanksi mendidik seperti membersihkan   kamar mandi,     siram  tanaman,angkat sampah. ‘’Tapi sanksi    fisik  tidak boleh  lagi karena   itu nanti kita  guru yang  berhadapan dengan hukum  lagi kalau terjadi sanksi fisik,’’ pungkasnya.  (ulo/tri)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here