Pimpin Apel Perdana, Ajak Jaga Nduga Tetap Aman

By

Penjabat Bupati Nduga, Namia Gwijangge, S.Pd, M.Si memberikan arahan saat memimpin apel perdana di halaman kantor Bupati Nduga, Kamis (2/6). (FOTO: Elfira/Cepos)

Hari Pertama Kerja, Bupati Nduga Blusukan ke Pasar

JAYAPURA-Penjabat Bupati Nduga, Namia Gwijangge, S.Pd., M.Si., memimpin apel perdana yang digelar di halaman Kantor Bupati Nduga, Kamis (2/6) kemarin. Apel diikuti oleh anggota TNI-Polri, Satpol PP dan seluruh ASN (aparatur sipil negara) di lingkungan Pemkab Nduga.

Usai memimpin apel perdana, Bupati Namia Gwijangge langsung bekerja dengan turun langsung ke lapangan meninjau Pasar Masyarakat Keneyam sekaligus berbelanja hasil kebun mama-mama Nduga. Selain itu, Bupati Namia Gwijangge juga meninjau Pasar Baru Kali Nogolait yang ada di Keneyam.

“Saya mengecek pasar mama-mama untuk mengetahui kondisi tempat jualan mereka layak atau tidak, sesuai dengan janji saya sebelumnya,” ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, kemarin (2/6). 

Sementara itu, beberapa penekanan juga disampaikan Bupati Nduga saat apel perdana. Dimana dirinya menginginkan seluruh pegawai dan tenaga kesehatan tetap berada di tempat untuk melakukan pelayanan kepada masyarakat Nduga. Bupati juga menjamin keamanan di daerah kerjanya agar aktivitas masyarakat dan perekonomian tetap berjalan.

“Kepolisian akan melakukan pengamanan, pengawasan perlindungan, ketertiban dan keamanan akan mereka jalankan. Begitu  juga dengan TNI akan membackup  dalam melaksanakan tugas pengamanan di Nduga,” kata Bupati Namia Gwijangge dalam arahannya kepada peserta apel.

Selama kepemimpinanya, Bupati Namia Gwijangge akan menciptakan kedamaian, kenyamanan dan keamanan di Nduga. Baginya, keamanan itu sangat penting. Sebab, orang harus aman dan tenang baru bisa bekerja dan bisa melakukan segala sesuatu dengan maksimal.

“Kalau daerah kita tidak aman dan selalu menciptakan masalah, lantas kapan kita bisa sejahtera dan bekerja dengan tenang serta bisa menghasilkan sesuatu untuk masyarakat Nduga. Soal keamanan bukan hanya tanggung jawab TNI-Polri dan bupati, keamanan adalah tanggung jawab kita semua termasuk pihak gereja,” ujarnya.

Mantan kepala sekolah SMPN Yigi ini tak ingin orang di luar mengatakan Nduga tidak aman. Untuk itu, semua warga Nduga harus menjaga Nduga tetap aman dan nyaman. Sehingga masyarakat diberikan kebebasan agar bisa berkembang dan hidup dengan tenang.

“Tidak boleh lagi ada gangguan di ibukota Nduga. Beri kesempatan untuk kami berkembang dan membangun. Jika ada persoalan maka silakan diurus di Kepolisian. Jika ada pemalangan amankan orangnya dan proses. Begitu juga ketika terjadi pembunuhan, pelakunya ditangkap dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Bupati juga menegaskan, para seluruh pimpinan OPD dan pegawai negeri, apabila satu hingga dua minggu berturut-turut tidak ada di tempat, maka dirinya selaku kepala daerah tidak akan segan-segan untuk menggantinya.

“Para kepala dinas yang tidak masuk kantor 1 hingga 2 minggu, saya ganti. Termasuk para pegawai negeri yang masih berada di kota lain saat ini agar segera kembali ke Nduga dan bekerja melayani masyarakat. Sebab Nduga aman sehingga tidak ada alasan,” tambahnya.

Bupati Namia Gwijangge juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, BPK RI Perwakilan Provinsi Papua akan masuk untuk melakukan  pemeriksaan tahap kedua. Untuk itu, seluruh PNS harus berada di tempat.

Selain itu, Bupati Namia Gwijangge juga menyampaikan bahwa gaji bulanan serta insentif pegawai mulai bulan Juni harus dibayar di kantor masing-masing tanpa melalui rekening. Dengan begitu, tak ada pegawai yang malas masuk kantor.

Tidak hanya itu, dengan membayar gaji pegawai secara langsung maka bisa meningkatkan perekonomian di Nduga terutama di kalangan mama-mama penjual hasil kebun mereka di pasar.

“Dengan membayar tanpa melalui rekening para pegawai bisa berada di tenpat dan bisa berbelanja di mama-mama. Ini juga menghindari yang lain hanya duduk manis di luar sana, tidak berada di tempat dan menyuruh bendahara kirim uang. Itu tidak boleh apalagi tidak kerja,” tegasnya.

Lanjut Bupati Namia Gwijangge, pegawai negeri yang tidak berada di tempat maka gajinya dikembalikan  ke kas daerah dan bulan berikutnya baru dibayarkan setelah yang bersangkutan melaksanakan tugas satu bulan baru gajinya dibayar.

“Jika ada pegawai, siapapun dia yang mengancam bendahara maka laporkan itu ke saya. Kita harus berubah, perlu ada inovasi di tempat kerja kita. Sebagai pegawai negeri perlu tinggalkan kenangan yang baik, kita harus memberikan contoh kepada masyarakat yang ada di daerah tempat kita mengabdi,” tuturnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa akan dilakukan sweeping. Untuk itu, semua pegawai negeri wajib punya KTP Nduga. Sedangkan PNS yang yang mau maju calon bupati atau mau berpolitik maka yang bersangkutan harus bebas dari jabatannya dan harus berhenti dari PNS.

“Tidak ada istilah PNS calonkan diri jadi bupati lalu ketika tidak terpilih ngotot untuk minta jabatan, begitu juga yang lainnya. Pegawai negeri yang daftar di  KPU maka saya akan  coret  namanya,” ujarnya.

Sementara itu, seorang warga mengaku senang dengan kunjungan Bupati Namia Gwijangge ke pasar. Sebab, bupati menurutnya tak sekedar berkunjung melainkan juga berbelanja apa yang menjadi jualan mama-mama. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: