Pj Wali Kota: Manfaatkan BLT BBM Untuk Hal yang Tepat

By

Pj Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey, M.Si, bersama Tenaga Ahli Kementerian Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial, Dr Benhur Tomi Mano, MM, Anggota DPR Papua Kristhina L.I.R Mano, Executive General Manager PT Pos Indonesia KCU Jayapura Arya Febriyanto menyerahkan BLT BBM tahun 2022 kepada KPM, di PT. Pos Indonesia KCU Jayapura di jalan Koti, Kamis (15/9) kemarin. (FOTO: Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Penjabat Wali Kota Jayapura Dr Frans Pekey, M.Si, bersama Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial, Dr Benhur Tomi Mano, MM., Anggota DPR Papua Kristhina L.I.R Mano, Executive General Manager Kantor PT Pos Indonesia Cabang Utama Jayapura Arya Febriyanto menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BLT) bagi 9.751 KPM, berlangsung di Kantor Pos Indonesia Cabang Utama Jayapura di jalan Koti, Kamis (15/9) kemarin.

  Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey berharap kepada   penerima BLT BBM tahun 2022 untuk bisa menggunakan dana bantuan ini  dengan baik dan tepat sasaran. Menurutnya, dana tersebut bisa digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, jangan digunakan untuk membeli di luar kebutuhan sehari-hari seperti membeli baju, rokok, pulsa handphone atau lainnya.

  Gunakan dana untuk yang bermanfaat dan tepat sasaran bisa membeli kebutuhan dapur untuk masak, beras, dan seterusnya sehingga masyarakat dalam pemenuhan hidup sehari-hari sudah tidak ada masalah.

  “Inilah wujud perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak,  berbagai bantuan diberikan ada melalui program Bansos, Bantuan Sembako, BLT BBM yang dari pusat,”ungkapnya. 

  Selain dari pemerintah pusat, lanjut Frans Pekey,  nantinya di Pemkot Jayapura juga ada alokasi dana sendiri untuk pemberian bantuan kepada warga yang terdampak dari naiknya harga BBM. Seba,  pemerintah diizinkan menggunakan APBD untuk membantu warga yang terdampak.

  “Rencana pemberian bantuan ini juga sudah  dilakukan rapat bersama dengan forkopimda maupun OPD di lingkungan Pemkot untuk membahas bagaimana teknisnya dan dalam pengumpul data yang valid bagi penerima supaya tepat sasaran,’’katanya.

   Frans Pekey mengakui, naiknya harga BBM tentu mempengaruhi kenaikkan inflasi di Kota Jayapura. Oleh  sebab itu, agar masyarakat yang kurang mampu tetap bisa membeli kebutuhan hidup, maka sebagai kompensasinya pemerintah memberikan berbagai bantuan sesuai dengan siapa yang menerima, sehingga ada pemilahan penerima supaya lebih tepat sasaran.

   Di tempat sama,  Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Rehabilitasi Sosial, Dr Benhur Tomi Mano, MM.,mengakui, pemberian BLT BBM merupakan kebijakan pemerintah sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang terdampak. Karena pemerintah telah mengambil kebijakan untuk menaikkan anggaran subsidi BBM dari yang awalnya Rp 152 triliun pada APBN 2022 menjadi 502,4 triliun sesuai peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2022.

  Dimana kebijakan ini diambil dengan alasan, porsi BBM bersubsidi begitu besar sehingga berdampak pada nilai tukar rupiah yang tergantung pada kebijakan fiskal, karenanya terjadi defisit akibat terlalu besarnya subsidi yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk BBM.

   Selain itu, membengkaknya subsidi BBM dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, melonjaknya harga minyak dunia tidak dibarengi dengan produksi dalam negeri yang terus menurun setiap tahun dan meningkatnya konsumsi BBM di tengah masyarakat.

   Sementara itu, Executive General Manager Kantor PT Pos Indonesia Cabang Utama Jayapura Arya Febriyanto menambahkan, berdasarkan data alokasi yang diterima untuk wilayah kerjanya, KCU Jayapura di Provinsi Papua dan Papua Barat, alokasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang akan disalurkan masing-masing sebanyak 382.401 KPM untuk wilayah Papua dan 71.370 KPM untuk wilayah Papua Barat, sedangkan untuk alokasi wilayah Kota Jayapura sendiri yaitu 9.751 KPM.

   “Nilai BLT BBM ini akan disalurkan 4 bulan, yaitu September, Oktober, November, Desember 2022 masing-masing sejumlah Rp 150 ribu/KPM/bulan, dengan waktu penyaluran 2 kali penyaluran/tahap, artinya per KPM setiap tahapnya total mendapatkan Rp 300 ribu/KPM,’’katanya.(dil/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: