PMKRI Komda Papua Gelar Seminar Nasional

By
Bupati Merauke Frederikus Gebze saat membuka konferensi nasional PMKRI Komda Papua di Merauke ditandai pemukulan Kandara,  Senin (9/9). ( FOTO : Sulo/Cepos  ) 

MERAUKE – Untuk   pertama kalinya,  Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia  Komisariat Daerah Papua dan Papua Barat menggelar seminar nasional  di Merauke di Auditorium  Kantor Bupati Merauke,  Senin (9/9).  Seminar nasional ini  bertemakan manusia dan kekayaan alam Papua, pertaruhan kepentingan  global  dan  kearifan lokal ini dibuka bupati Merauke   Frederikus Gluba Gebze, SE, MSi.   

    Bupati Merauke   Frederikus   Gebze saat membuka   kegiatan tersebut mengungkapkan   bahwa  pihaknya dilantik pada 17  Februari  2016 lalu  atau saat sedang berjalan 4 tahun yang menurut   bupati bahwa   pihaknya   belum berbuat banyak. Iapun  meminta para   mahasiswa  tersebut  untuk  ikut membatu turun  langsung melihat  di lapangan  dimana ketajaman, kepekaan dan keseriusan pihaknya dalam memanfaatkan anggaran  yang ada dalam membangun secara holistic. 

      Menurut  bupati  Frederikus  Gebze, dengan   wilayah  Merauke yang sangat luas dikaitkan dengan anggaran yang sangat terbatas  tersebut  tak mungkin menjangkau seluruh masyarakat  tanpa adanya   investasi. ‘’Karena itu, kalau kita bicara bagaimana  memanfaatkan sumber daya alam  ditambah sumber daya manusia  sama dengan produktif, kualitas, mutu dan kuantitas.   Kalau ini kita mau angkat, maka ini bisa kita ukur. Oleh karena itu, dalam model 4 tahun ini, kami mencoba. Memang tidak mudah dan kalau       masalah pasti ada.  Dari jaman Soekarno sampai jaman Sularso (wakil bupati Merauke,red)  hanya ada 3 saja tuntutan  rakyat yakni ekonomi, pendidikan dan kesehatan,’’ jelasnya.

   Ketua PMKRI Cabang Merauke  Epifianus Faot   mengungkapkan bahwa dengan kegiatan PMKRI Komda Papua kali ini   berfokus  pada manusia dan alam Papua pertaruhan kepentingan global dan kearifan lokal. 

  “Banyak yang  harus kita  sampaikan dan   banyak  yang harus dibuat   pemuda  khususnya kami di PMKRI, sehingga tema ini bukan tanpa alasan  tapi ada hal yang  harus disampaikan kepada pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pusat. Ini yang    kemudian akan menjadi analisis kita sehingga  kita mengangkat tema ini,’’ jelasnya.   (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: