Polisi Buru Para Pembantai Pekerja di Bintuni

By

Proses evakuasi jenasah pembantaian kelompok sipil bersenjata di Bintuni Maybrat Papua Barat pada Jumat (30/9) lalu. Polisi berhasil mengevakuasi empat  jenazah dan mengamankan 9 orang sementara satu korban lainnya masih belum ditemukan. (FOTO: Polda Papua Barat)

JAYAPURA– Kepolisian Polda Papua Barat akhirnya berhasil mengevakuasi dan identifikasi terhadap para korban pekerja jalan yang dibantai oleh kelompok sipil bersenjata di Bintuni, Maybrat, Papua Barat.

Dari informasi terakhir  dari insiden ini  sebanyak empat warga sipil tewas. Jenazah juga telah tiba di RSUD Teluk Bintuni Jumat malam (30/9) sekira pukul 21.00 WIT, hari Sabtu (1/10) pukul 10.00 WIT. Kapolres Teluk Bintuni AKBP Junov Siregar telah menyerahkan jenazah korban pembunuhan kepada penanggungjawab CV. Doreri Makmur di RSUD Teluk Bintuni.

Kapolres Teluk Bintuni usai dikonfirmasi Kabid Humas Polda Papua Barat mengatakan hari ini jenazah akan diberangkatkan ke Manokwari. “Kapolres Teluk Bintuni melepaskan keberangkatan rombongan kendaraan jenazah sebanyak 12 Unit dari RSUD Bintuni menuju Manokwari” ujar Kabid Humas. 

“Setibanya jenazah di Manokwari akan disemayamkan 1  hari di ruangan pendingin jenazah RSUD Provinsi Papua Barat, dan direncanakan akan diberangkatkan melalui Bandara Rendani menuju Makassar dan Manado” tambah Kombes Pol. Adam Sabtu (1/10) lalu.   

Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga melalui Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol. Adam Erwindi mengatakan jumlah pekerja ada 14 orang bukan 12 orang dimana 9 orang berhasil selamat.

Adam merincikan ada enam orang yang menyelamatkan diri ke pos yakni Kusnadi (30) tinggal di kampung Meyado,  Remon Ulimpa (26) di Sorong, Irson (42) tinggal di Sorong, Agung (18)  tinggal di Sorong, Muksin Rambe (49) tinggal di Bintuni.

Sementara, Ruslan alias Culang (33) juga berhasil melarikan diri namun terkena tembakan di lengan atas sebelah kanan. Lalu sebanyak 3 orang menyelamatkan diri berpisah di Sungai Majnik lama ke arah Kampung Maghti, yakni Sitinjak (25) Om Kumis (55) dan Halim (20).

“Sedangkan 4 orang korban meninggal dunia yaitu Abas (52),  Yafet (50) bekerja sebagai Operator Ecxavator,  Darmin (46) bekerja sebagai sopir truk dan Armin (43) juga bekerja sebagai sopir truk,” jelas Adam.

Dari semua korban ini kata Kabid Humas masih ada 1 orang korban yang belum diketahui nasibnya. “Ada korban bernama Reva (28)  yang belum diketahui kondisinya,” jelas Adam.

Adam juga menyampaikan bahwa Polda Papua Barat sudah mengantongi nama -nama pelaku berdasarkan keterangan dan data. “Bapak Kapolda memerintahkan jajaran agar terus memburu dan menangkap pelaku agar bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum” tegas Kabid Humas. (ade/fia/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: