Polisi Sebut Ada Bentuk Penjarahan

By

Sejumlah ibu-ibu dan anak-anak yang mengungsi di Mapolres Yahukimo pasca aksi demo penolakan DOB yang berakhir rusuh di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Selasa (15/3) lalu. (FOTO: Bidang Humas Polda Papua)

JAYAPURA-Proses penyidikan dan penyelidikan terkait kasus kerusuhan di Yahukimo yang berakhir dengan empat warga tertembak dimana dua di antaranya tewas masih terus dilakukan. 

Situasi daerah khususnya Dekai tempat di mana terjadinya kerusuhan, perlahan-lahan mulai kembali pulih. Sejak Kamis (17/3) kemarin warga mulai beraktivitas seperti biasa dan membuka kios maupun warung termasuk menempati rumah-rumah yang sempat ditinggalkan karena panik.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan, ternyata ada beberapa hal baru yang terungkap. Pertama tercatat ada 20 rumah toko (ruko) yang  dibakar. Selain melakukan pembakaran, dikatakan sejumlah warga yang terlibat dalam aksi demo juga melakukan penjarahan. 

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs Ahmad Musthofa Kamal, S.H menjelaskan bahwa sasaran massa ketika itu adalah melakukan pengrusakan, pembakaran, serta penjarahan. Dimana saat masyarakat sedang melakukan transaksi jual beli  langsung diserang.

 “Ada 20 ruko yang dibakar namun sebelumnya diketahui ada aksi – aksi penjarahan yang dilakukan kelompok pendemo ini. Kami juga kaget kok harus dijarah juga,” kata Kombes Pol Kamal dalam rilisnya, Jumat (18/3).  

Saat kejadian tersebut, masyarakat juga sempat melempari ke arah ruko kemudian setelah pemiliknya kabur meninggalkan ruko para pelaku perusuh ini langsung memasuki ruko dan sebelum membakar, ada aksi penjarahan terlebih dahulu. 

 “Dari upaya pembakaran ini langsung berusaha dicegah oleh aparat keamanan namun justru terjadi pelemparan kepada aparat  kemudian terdengar suara tembakan,” beber Kamal. 

“Rekan kami dari Kepolisian Resort Yahukimo yang dibackup Satgas Damai Cartenz-2022 juga langsung melakukan evakuasi terhadap karyawan dan pegawai (masyarakat) yang ada di ruko tersebut, lalu mengamankan beberapa aset pemilik-pemilik ruko, hanya tidak semua dapat kita amankan karena situasi sudah semakin brutal,” sambungnya. 

Sementara melalui Program Keladi Sagu Satgas Binmas Noken Ops Damai Cartenz-2022 Wilayah Yahukimo merespon dengan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak yang berlindung di Mapolres Yahukimo akibat aksi unjuk rasa berujung kerusuhan. Ini dilakukan Jumat (18/03) kemarin. 

Kegiatan tersebut dipimpin Ipda dr. Pino selaku dokter sekaligus Polisi, dimana dari hasil pemeriksaan terdapat anak-anak yang demam, batuk pilek, pusing dan gatal-gatal. Selain anak-anak, masyarakat serta orang dewasa pun diperiksa kesehatannya. 

 “Kami berikan obat-obatan dan vitamin kepada mereka yang mengalami keluhan sakit, baik itu anak-anak maupun orang dewasa, guna meringankan keluhan,” kata Pino. 

Sementara itu, Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH., menerangkan bahwa sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat serta anak-anak yang terdampak kerusuhan Yahukimo, Binmas Noken terus melakukan pengecekan guna memastikan kesehatan warga terdampak. 

AM Kamal juga meminta warga jika ingin menyampaikan sebuah orasi atau pendapat di muka umum agar melakukan komunikasi atau pemberitahuan, melakukan komunikasi dengan aparat kepolisian setempat. Panitia dan korlap agar dapat menyampaikan jumlah peserta dan alat peraga sehingga polri dapat menyiapkan anggota yang memadai. 

“Penyampaian tersebut dimaksud agar masyarakat yang ada di sekitar maupun yang melaksanakan orasi tetap aman,” pungkasnya. (ade/nat) 

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: