Polres Tolak Permohonan Penggalian 500 Ret Pasir di Kampung Tomer

By

MERAUKE-Kepolisian Resor Merauke dengan tegas menolak permohonan penggalian pasir sebanyak 500 ret atau truk pasir atau tanah timbun dari Kampung Tomer. Penolakan itu selain karena kepolisian tidak punya ranah untuk pemberian izin soal tambang galian golongan C juga karena kawasan Kampung Tomer, Distrik Naukenjerai masuk dalam kawasan konservasi atau Taman Nasional Wasur sehingga harus dilindungi. Apalagi, Distrik Naukenjerai yang terdiri dari 5 kampung merupakan wilayah pesisir pantai.
Kapolres Merauke AKBP. Ir. Untung Sangaji, M.Hum melalui Kasat Reskrim AKP. Agus F. Pombos, SIK, menjelaskan bahwa surat permohonan penggalian tanah timbun atau pasir tersebut dimasukkan oleh Simson Triotra Mahuze dengan alasan 500 ret tanah atau pasir galian yang akan menggunakan beko tersebut akan digunakan untuk ibadah 40 hari atas meninggalnya salah satu anggota keluarganya.
“Yang jelas Kapolres tidak memberikan izin, karena selain bukan ranah kita memberikan izin, daerah tersebut masuk kawasan konservasi,’’ jelas Kasat Reskrim.
Karena itu, kepada Simon Triotra yang datang langsung mengecek permohonan tersebut, Kasat Reskrim menyarankan untuk tidak melakukan penggalian karena akan merusak lingkungan. Karena meski tempatnya sedikit agak jauh dari pantai, namun Merauke ini berada di bawah permukaan laut.
“Karena ada peribahasa mengumpulkan angin menuai badai. Mungkin bapak sekarang bisa menikmati uang dari hasil galian itu, tapi anak cucu ke depan akan rasakan dampaknya. Kalau air sudah masuk semua ke kampung karena pantai habis, nanti mau pindah kemana,’’ jelasnya.
Karena itu, kepada Simon Triotra, Kasat Reskrim kembali mengingatkan untuk tidak melakukan penggalian. Sebab menurutnya, jika tetap melakukan penggalian maka pihaknya tentu akan melakukan penegakan hukum. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: