PON Ajang Pesta Atlet, Bukan Pejabat

By

Pajang Foto Atlet, Bukan Pejabat

SENTANI- Ajang perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Papua  tinggal menghitung hari.  Hendaknya ajang menjadi ajang pestanya para atlet.  

Ketua LSM Papua Bangkit, Hengki Yoku ikut menyoroti langkah pihak penyelenggara mulai dari PB PON hingga di Sub PB PON. Dia menganggap, pemerintah telah mengabaikan sosialisasi PON Papua untuk bagaimana membangkitkan euforia dari masyarakat.

“Pemerintah  dalam hal ini PB PON Papua gagal melakukan sosialisasi secara baik kepada masyarkat,”ujarnya kepada wartawan di Sentani, Selasa (14/9).

Sebagai contoh kecil, dalam hal pemasangan baliho di seluruh wilayah Klaster Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, di mana foto baliho lebih didominasi oleh muka para pejabat daerah. Hal ini kata dia, tidak akan memberikan daya tarik bagi masyarakat di tingkat akar rumput untuk ambil bagian dalam hajatan ini.

“Yang kita lihat dari Depapre sana sampai di Sentani sini, bahkan sampai ke Base G, Keerom, spanduk dan baliho yang dipasang  itu gambar para pejabat.” Itu pestanya para atlet sehingga yang ditonjolkan itu adalah wajah dari para atlet daerah itu, bukan pejabatnya, ” tegasnya.

Sehingga tidak heran apabila pelaksaanaan PON Papua ini terkesan euforianya hanya ada di kalangan pejabat. Masyarakat kecil sebagian besar tidak mengetahui manfaatnya, apalagi bicara dari sisi ekonominya. Karena itu, bisa dipastikan keterlibatan rakyat dalam PON ini sangat minim. 

Karena itu, bertepatan dengan PON ini, masyarakat lebih menginginkan sosok atlet yang ditampilkan. Karena dari merekalah atlet itu berasal. Ada kebanggaan tersendiri yang dirasakan masyarakat apabila atlet ini diorbitkan. Karena itu, dia menyarankan, pemerintah semestinya menampilkan para atlet daerah di hadapan publik. Inilah waktunya mereka.   Apakah itu foto dalam bentuk baliho dengan gubernur, bupati atau pejabat siapa pun, yang penting ada wajah-wajah para atletnya. 

“Kenapa hanya foto Kenius Kogoya dengan Yunus Wonda, mereka prestasi apa di bidang olahraga,”ujarnya.

Karena itu, dia meminta agar para pejabat jangan menjadikan moment ini sebagai ajang untuk mencari panggung menuju 2024. Harus dipisahkan antara politik dan event olahraga. Karena itu,  dengan lantang dia menyebut event PON ini jangan sampai dijadikan sebuah proyek bagi segelintir pejabat.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: