Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Timika Kembali Ditemukan

By

Suasana pencarian potongan tubuh korban mutilasi di Kali Pigapu, Distrik Iwaka, Selasa (30/8) kemarin. (FOTO: korem 172/PWY)

TIMIKA – Potongan tubuh korban pembunuhan dan mutilasi empat orang warga di Timika kembali ditemukan.  Meski masih berada di wilayah Kampung Pigapu, Distrik Iwaka namun lokasi penemuan dua jasad sebelumnya berjarak sekitar dua kilometer.

Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra ditemui Selasa (30/8/2022) mengungkapkan satu jenazah ditemukan pada Senin (29/8/2022) petang. Kondisinya, tidak jauh berbeda dengan dua jenazah yang ditemukan sebelumnya yakni hanya bagian badan tanpa kaki dan kepala.

Potongan jasad korban yang dibunuh oleh 10 orang pelaku termasuk 6 oknum anggota TNI AD itu sudah dievakuasi ke RSUD Mimika. “Hari ini (kemarin,) kita jugamelakukan visum,” ujar Kapolres.

Ditemukannya satu jasad korban berarti sudah ada tiga potongan tubuh yang telah ditemukan. Dua jasad yang pertama ditemukan adalah Arnold Lokbere dan Lemaniel Nirigi. Potongan tubuh yang baru ditemukan masih dalam proses visum di RSUD Mimika.

Adapun empat orang korban pembunuhan dan mutilasi pada Senin (22/8/2022) lalu yakni Arnold Lokbere, Irian Nirigi, Lemaniel Nirigi dan Atis Tini dibunuh dan jenazahnya dimutilasi di Kelurahan Kamoro Jaya SP 1. Bagian tubuh korban diisi dalam 6 karung  dan dibuang pelaku di Kali Pigapu, Distrik Iwaka.

Para pelaku yang berjumlah  10 orang telah ditetapkan menjadi tersangka. Tiga orang warga sipil yakni APL, DU dan Rf sudah diamankan di Polres Mimika. Satu pelaku yang juga warga sipil berinisial J berstatus buron dan masuk dalam daftar pencarian orang.

Kombes Pol Faizal juga membenarkan enam pelaku lainnya adalah anggota TNI dan sudah diamankan di Den POM. Enam oknum anggota TNI AD tersebut yakni Mayor Inf HFD, Kapten DK, Pratu PR, Pratu ROM, Pratu RAS dan Pratu RP.

Terpisah, Direskrimum Polda Papua, Kombes Pol Faisal menjelaskan bahwa untuk kasus curas yang dibarengi dengan pembunuhan sadis ini diotaki oleh dua orang yakni RM dan AP. Keduanya merupakan warga sipil yang disebut – sebut merencanakan kejahatan ini.

Hanya dari keduanya hanya RM yang hingga kini masih buron karena melarikan diri. “Motifnya perampokan namun dibarengi dengan pembunuhan berencana,” kata Kombes Faisal, Selasa (30/8).

Kombes Faisal kembali menerangkan bahwa RM dan AP yang menjadi otak pembunuhan dan perampokan. Jadi semua direncanakan oleh keduanya dimana setelah uang dari rencana pembelian senjata api itu diterima, keempat korban langsung dihabisi kemudian dimutilasi. “Untuk uang sudah dibagi ke semua pelaku dan hingga kemarin baru 3  jenasah pelaku yang ditemukan dan masih kurang 1 jenasah lagi,” beber Faisal.

“Total 3 bagian tubuh sudah ditemukan, sisa 1 lagi dan dari empat bagian tubuh ini semua dimasukkan ke dalam 6 karung,” tutupnya. Sementara Wakil Ketua 1  DPR Papua, Yunus Wonda menyampaikan bahwa kasus sadis ini harus diketahui oleh presiden. “Ini satu tindakan yang tak berprikemanusiaan dan presiden harus tahu ini,” singkatnya.

Sementara Juru Bicara TPN OPM, Sebby Sembom menyatakan bahwa pihak TPN OPM tidak akan tinggal diam dengan kejadian ini akan akan melakukan pembalasan. “Akan kami balas,”  tutupnya. (ryu/ade/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: