PPKM Mikro Sudah Jalan, Tapi Tak Maksimal

By

JAYAPURA- Ketua Pansus DPRD Kota Jayapura, Yuli Rahman, mengakui bahwa hingga saat ini, berdasarkan pemantauan yang dilakukan, PPKM Mikro di tingkat kelurahan di Kota Jayapura tetap berjalan.
“PPKM Mikro tetap berjalan. Memang tidak semuanya berjalan baik, dalam hal ini terkait dengan koordinasi kelurahan dan RT/RW. Tapi, PPKM Mikro sudah dilakukan di tiap wilayah,” jelas Yuli Rahman kepada Cenderawasih Pos, Jumat (30/7) kemarin.
Kata Yuli, PPKM Mikro di tingkat kelurahan berperan menyampaikan informasi perihal warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah, termasuk perkembangan kondisinya. “Evaluasi penerapan PPKM Mikro itu sendiri dilakukan dan dilaporkan. Termasuk tracing yang juga dilakukan, dan dilaporkan,” tambahnya.
“Kalau kondisi di lapangan memang seperti itu, kami turun masih menemukan banyak PKL yang buka di atas jam 8 malam dan ada kerumunan . Ini juga sangat memungkinkan terjadi interaksi penularan dari mereka yang tanpa gejala,” kata Yuli Rahman.
Ia meminta para PKL juga memahami situasi ini sebab jika mengikuti aturan main, PPKM darurat sesuai dengan Permendagri itu dibatasi hingga pukul 5 sore. Akan tetapi di Jayapura bisa sampaik jam 8 malam bahkan banyak yang hingga larut malam.
“Jika masyarakat acuh maka situasinya akan semakin sulit karena saat ini angka kenaikan cukup signifikan dimana pada 1 Juli hanya 286 ribu namun saat ini naik menjadi 1.669. Kalau saya maunya diperketat dengan penyekatan seperti dulu. Jam 8 malam ke atas jangan lagi ada orang jualan. Pakai system take away sehingga yang jalan hanya kurir saja,”sarannya.
“Tapi sekarang angka lebih tinggi masyarakatnya biasa – biasa saja, jadi saya pikir jika dulu bisa dilakukan penyekatan maka ada baiknya ini kembali dilakukan. Apapun yang menjadi kebijakan pak Wali Kota kami juga siap mendukung tapi harus tegas,” imbuhnya.
Secara terpisah, Kepala Distrik Jayapura Utara, Fillep Hamadi, mengonfirmasi penerapan PPKM Mikro di wilayah kerjanya, termasuk mengawal instruksi wali kota perihal waktu aktivitas warga dan ekonomi, serta vaksinasi terhadap warga.
“Seperti halnya pembatasan aktivitas di pukul 20.00 WIT, di mana masyarakat sudah pada tahu. Aktivitas ekonomi juga telah menaati instruksi tersebut sehingga menutup operasional usahanya sesuai waktu yang ditetapkan,” jelas Fillep Hamadi.
“Sebagai besar masyarakat juga sudah pada vaksin. Yang belum kita dorong agar divaksinasi. Titik vaksinasi, di tiap kelurahan itu ada. Kemudian di Puskesmas, dan ada dari instansi seperti dari TNI AL,” pungkasnya. (gr/wen)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: