Prajurit TNI Harus Mampu Kedepankan Komunikasi Sosial

By

Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa didampingi istri saat melakukan kunjungan kerja di Merauke, Rabu (22/12). (FOTO: Yulius Sulo/Cepos)

Oknum TNI yang Bawa Kabur Senjata Akan Dijerat Pasal Berlapis  

MERAUKE-Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa meminta seluruh anggotanya yang bertugas di Papua  khususnya Merauke umtuk mampu menjaga diri di tempat pelaksanaan tugas. 

Hal itu disampaikan  Jenderal Andika Perkara  kepada wartawan usai  memberikan pengarahan  kepada prajurit Batalyon 755/Yalet Kostrad, Rabu (22/12) kemarin.   

“Tadi kita bicara di Batalyon 755 Kostrad. Intinya, mereka semua bisa jaga diri sendiri. Jaga anak buahnya dalam melaksanakan tugas-tugas teritorial dan tugas perbatasan, harus mengedepankan komunikasi sosial,” tegasnya.  

Terhadap masih adanya anggota TNI di Papua yang membelot dari NKRI,  Panglima Andika Perkasa mengakui bahwa hal  itu. Dimana sampai sekarang masih ada oknum prajurit  yang melakukannya. “Ya, itu bukan hanya satu dua, harus saya akui dan itu juga terjadi di daerah-daerah lain dengan berbagai alasan.  Alasannya beda-beda. Tapi ada yang memutuskan tidak hadir tanpa izin dan bahkan lanjut ke disersi,” jelasnya.

Terhadap prajurit seperti itu, Panglima Andika Perkara menegaskan bahwa pihaknya sudah mempunyai aturan yang jelas baik KUHPM maupun peraturan perundang-undangan yang lain. “Sehingga kita lakukan seperti hanya menangani kepada yang lain,” tandasnya.

 Terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum TNI terhadap  wartawan Kompas TV di Jayapura pada 19 Desember lalu, Panglima Andika Perkasa menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan proses hukum. “Saat ini sedang dilakukan penyelidikan, tapi nanti masuk ke pengadilan militer. Sedangkan dari warga yang juga seorang jurnalis, kita pandu  untuk memberikan laporan maupun kesaksian. Intinya, kita ingin masalah ini harus diselesaikan secara hukum. Tidak boleh terjadi lagi, apapun alasannya. Ini ada hubungannya dengan sepak bola tapi  tidak boleh. Kita adalah negara yang memiliki peradaban. Oleh karena itu kita semua menghormati.  Apalagi, anggota TNI. Kita ini penengak hukum. Kita sebagai atlet atau pemain bolapun  boleh tapi ingat bahwa  profesi kita apapun olahraga yang kita lakukan itu di luar profesi kami. Profesi kami adalah anggota TNI dengan tugas pokoknya yang sudah diatur dalam UU,” katanya.

Anggota TNI menurutnya harus menunjukan dalam  semua aktivitas kegiatan. Tidak hanya olahraga  tapi kegiatan misalnya ke warung, ke pasar harus mencerminkan bahwa dia adalah penegak hukum. “Jadi sudah dalam proses. Dan itu saya langsung kawal  pangdam dalam hal ini selalu melaporkan,’’ tandasnya.

Sementara terhadap oknum anggota yang kabur membawa  senjata, Panglima Andika menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan penyelidikan baik terhadap lingkungan oknum prajurit tersebut. “Kita bukan hanya penyelidikan tapi  sudah penyidikan. Intinya kita akan tuntaskan. Siapa-siapa saja yang berpotensi membantu termasuk kepada oknum angota yang lari tersebut dengan membawa senjata tersebut,” terangnya. 

Panglima Andika Perkasa menambahkan bahwa ada banyak pasal dalam KUHPM  yang bisa dikenakan kepada yang bersangkutan. “Untuk pasal-pasal yang dilanggar anggota tersebut berlapis dan kita akan  gunakan secara maksimal,” pungkasnya. 

Sekedar diketahui Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkara didampingi istri Hetty Andika Perkasa bersama rombongan tiba di Merauke dengan pesawat khusus pada Selasa (21/12) malam sekira pukul 19.00 WIT.  Setelah istirahat sejenak, Panglima  TNI kemudian ke Mako Lantamal  XI Merauke kemudian melakukan rapat secara zoom dan selanjutnya bermalam di Merauke. 

Rabu (22/12) kemarin  setelah memberikan arahan ke Prajurit Batalyon 755/Yalet Kostrad dan meninjau vaksinasi, Panglima dan rombongan kemudian menuju Timika, Kabupaten Mimika. (ulo/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: