Progres Pembangunan PLBN Sota 30 Persen

By
 Asdep Koordinator Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang  Pertahanan Kemenkopolhukam  Pertahanan RI Brigjen TNI Yasid Sulistya, S.Sos, M.Si  saat memimpin rapat evaluasi pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sota di   Auditorium  Kantor  Bupati Merauke, Jumat (13/9).  ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-  Pemerintah   terus  mendorong  percepatan  pembangunan Pos lintas Batas Negara (PLBN) Sota di  Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua   sampai pada  minggu kedua   bulan September  telah mencapai 30 persen. 

  Asdep Koordinator Wilayah Perbatasan dan Tata Ruang  Pertahanan Kemenkopolhukam  Pertahanan RI Brigjen TNI Yasid Sulistya, S.Sos, M.Si, ketika memimpin  rapat evaluasi  pembangunan   PLBN Sota  tersebut mengungkapkan  bahwa sebenarnya  dari 11  PLBN yang  dibangun  tahun 2019 namun karena Inpres baru keluar di awal tahun  2019 dan proses  lelang juga butuh waktu sehingga dari 11   PLBN yang dibangun  tersebut  hanya  PLBN  Sota yang  sudah berjalan.  

  Terkait dengan  pembangunan PLBN  Sota   yang sedang   berjalan tersebut, menurut      Brigjen  Yasid Sulistya   perlu dilakukan  rapat evaluasi  untuk mendapatkan berbagai masukan     dalam rangka mempercepat  progress pembangunan  PLBN  Sota ini.  

  “Dalam evaluasi  ini, selain dari PUPR menyampaikan progress pembangunan, kita juga menanyakan  3  hal  terkait kesiapan lahan sudah tuntas, lalu proses pengalihan  aset dan   masalah perizinan terpadu,’’ terangnya.  

   Yasid menjelaskan bahwa untuk mengawal pembanguna PLBN  tersebut telah dibentuk desk percepatan  pembangunan  untuk  11 PLBN. ‘’Memang ini mendapat atensi khusus dari para pimpinan kita, sehingga jangan sampai kelalaian pengawasan kita  sehingga terhambat,’’ tandasnya.   

   Yasid menambahkan bahwa dari kunjungan  lapangan,   pihaknya sangat optimis  pembangunan  PLBN Sota tersebut akan rampung pada  Desember 2019.   Sementara   itu dari pihak Badan  Nasional Pengelolaan Perbatasan menjelaskan  bahwa pembangunan  PLBN Sota  ini tidak hanya   untuk meningkatkan  ekonomi masyarakat yang ada  di perbatasan  tapi lebih   dari itu  menyangkut  kedaulatan dan kehadiran negara   di perbatasan. 

    Sedangkan dari  PUPR menjelaskan  bahwa berdasarkan scedul yang ada, pembangunan   fisik tersebut   berada di 24 persen  namun  yang  ada sekarang   sudah hampir   30 persen. Artinya   ada percepatan progress sekitar 5 persen dari  schedule  yang ada. Namun diakui bahwa permasalahan yang dihadapi   dalam mempercepatan  pembangunan  PLBN ini menyangkut  material yang sebagian besar didatangkan dari luar   Papua. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: