Proposal Minta Bantuan Bukan Budaya Masyarakat Papua

By

Bupati Jayawijaya Jhon Ricahard Banua, SE, MSi saat panen hipere (ubi jalar ) yang merupakan hasil kebun milik warga, di Distrik Siepkosi, Kamis, (3/11). (FOTO:Denny/ Cepos)

WAMENA–Kebiasaan minta bantuan melalui proposal yang marak diajukan kepada pemerintah, sebenarnya bukan budaya yang diajarkan orang tua di Lembah Baliem. Yang diajarkan mereka dari dulu untuk mempertahankan kehidupan dengan membuka kebun dan berternak Wam (babi), ini yang menjadi budaya.

Bupati Jayawijaya, Jhon Ricahard Banua, SE, MSi mengatakan, kebiasaan mengajukan proposal permintaan bantuan kepada pemerintah, bukan budaya masyarakatnya sehingga harus dihentikan dan lebih fokus kepada apa yang ditinggalkan oleh orang tua untuk membuka kebun.

“Kebiasaan masyarakat dahulu yang harus dipertahankan adalah bekerja di kebun, bukan mengabaikan budaya itu dan mengharapkan bantuan. Sebab Budaya kita adalah bukan membawa proposal ke kantor bupati. Budaya kita adalah bawa sekop, parang dan buka kebun. Orang-orang tua kita dulu bekerja di kebun,” ungkapnya Sabtu (6/11).

Jhon Banua yang merupakan mantan Wakil Bupati Jayawijaya dua periode ini, mengaku, akan memberikan dukungan kepada masyarakat untuk membuka lahan dan mengundang pemerintah untuk melihat secara langsung saat panen hasil kebun yang digarap selama ini.

Ia mengakui, untuk membuka kebun baru memang diperlukan peralatan, sehingga bagi warga yang membuka dan mengelola perkebunan maka tetap akan mendapat perhatian dari pemerintah dengan memberikan bantuan peralatan kerja yaitu parang, sekop, ternak babi serta uang tunai untuk mendukung membuka kebun baru.

“Setiap ada panen hasil pertanian masyarakat, langsung saya beli, dan hasilnya tinggal lagi untuk mereka gunakan membuka lahan baru. Saya sampaikan terima kasih kepada masyarakat yang masih terus mempertahankan kebudayaan bercocok tanam sampai saat ini, karena ini budaya kita,”pungkasnya.(jo/tho)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: