Provinsi Papua Pegunungan Menjadi Hadiah di HUT ke-77 RI untuk Wilayah Lapago

By

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi menyerahkan SK Aparatur Sipil Negara angkatan 2018 dan Buku Muatan Lokal Bahasa daerah kepada perwakilan guru usai upacara detik-detik proklamasi HUT ke-77  tingkat Kabupaten Jayawijaya Rabu (17/8) kemarin.(FOTO: Denny/ Cepos)

Bupati Jayawijaya Serahkan SK dan Launcing Buku Muatan Lokal Bahasa Daerah

WAMENA– Perayaan HUT ke-77 Republik Indonesia di Kabupaten Jayawijaya dilaksanakan dengan meriah,  Ya, selain upacara bendera detik-detik proklamasi juga ada penyerahan SK Aparatur Sipil Negara (ASN) angkatan 2018, penyerahan Buku Muatan Lokal Bahasa Daerah yang akan diterapkan untuk jenjang pendidikan Paud, TK dan SD Kelas I, selain itu ada juga pemberian doorprize bagi peserta upacara, tari-tarian dan lomba panjat pinang.

Yang tak kalah spesial dalam HUT ke-77 RI bagi pemerintah dan masyarakat Jayawijaya adalah pembentukan provinsi baru, dimana wilayah adat Lapago memiliki provinsi sendiri yakni Provinsi Papua Pegunungan.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSI usai upacara Detik -detik Proklamasi mengakui pelaksanaan HUT ke-77 RI ini masih dalam situasi pandemi Covid -19, namun dikemas dengan baik agar masyarakat juga menikmati dan di hari ini seluruh masyarakat mendapat kado istimewa dari Presiden RI yakni dengan adanya pembentukan provinsi baru.

“Kado yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk Provinsi Papua yakni menambah 3 Provinsi baru dan kami di wilayah Lapago salah satunya sebagai Provinsi Papua Pegunungan, ini satu kebanggaan kepada kita, oleh karena itu kami mengucapkan terimakasih kepada bapak Presiden atas hadiah yang diberikan pada kita,” ungkapnya Rabu (17/8) kemarin.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat Jayawijaya dan sekitarnya untuk selalu menjaga daerah ini dengan baik, jaga situasi keamanan, bahwa hal itu yang lebih penting, sementara untuk tema Pulih Cepat Bangkit Lebih Kuat, lantaran selama ini pandemi Covid melemahkan perekonomian masyarakat, oleh karena itu perlu untuk masyarakat bangkit untuk kembalikan perekonomian yang lebih baik.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Jayawijaya akan menyesuaikan roda pemerintahan dengan tema HUT ke 77 ini agar perekonomian kita di daerah bisa kembali bangkit lagi seperti dulu,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Jayawijaya menyatakan telah melauncing buku muatan lokal bahasa daerah yang diserahkan kepada perwakilan guru untuk mulai diterapkan dalam jenjang pendidikan PAUD, TK dan SD untuk Kelas I ini dilakukan agar kembali membudayakan bahasa daerah setempat agar tidak hilang pada generasi -generasi muda.

“Yang ditakutkan bahasa daerah ini akan hilang sehingga kita coba untuk mengembangkan bahasa daerah dalam kurikulum muatan lokal yang diterapkan dari PAUD, TK hingga SD kelas I,” jelasnya.

  Selain itu bupati juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 354 ASN Angkatan tahun 2018 lalu, dimana SK ini diperuntukan bagi ASN pemda Jayawijaya yang kemarin mengikuti kegiatan Latihan Kepemimpinan dasar (Latsar) tahun lalu dan SK-nya baru diserahkan pada saat ini.

“Mungkin ada 2 sampai dengan 3 orang yang belum mendapatkan SK ini dan akan menunggu Latsar yang akan digelar selanjutnya untuk bisa diikuti kembali agar kami bisa kembali untuk memproses SK mereka juga,” katanya.

Sementara itu usai upacara bendera panitia penyelenggara memulai mengundi Dorprize dengan berbagai hadiah menarik dilanjutkan dengan tarian dan perlombaan panjat pinang dengan hadiah utama dua buah motor matic yang di Sponsori oleh, Bank Papua, BRI, BNI dan Mandiri cabang Wamena untuk memeriahkan HUT Ke 77 Republik Indonesia. (jo/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: