Beranda NASIONAL Puncak Arus Balik Terjadi Penurunan Penumpang

Puncak Arus Balik Terjadi Penurunan Penumpang

0
Penumpang kereta api Jayakarta dari Jakarta - Surabaya menunggu keberangkatan di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Minggu (3/1/2021). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta memperkirakan sekitar 15.000 - 16.000 lebih penumpang KA Jarak Jauh turun di area Daop 1 Jakarta pada puncak arus balik libur Natal dan tahun baru di hari Minggu dan Senin (3-4/1/2021).FOTO : FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS

JAKARTA, Jawa Pos-Sesuai prediksi, puncak arus balik terjadi kemarin (3/1). Kali ini yang menjadi perhatian tak hanya kelancaran lalu lintas. Tetapi juga pencegahan penularan Covid-19 di moda transportasi.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati kemarin menyatakan bahwa fokus pemerintah pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) kali ini adalah mencegah penularan Covid-19 di transportasi umum. Rujukannya adalah Surat Edaran yang dikeluarkan Satgas Penanganan Covid-19. ”Kemenhub terus mengingatkan kepada masyarakat yang bepergian agar tetap selalu menerapkan protokol kesehatan mulai dari keberangkatan, selama perjalanan, dan saat tiba di tujuan,” ujarnya.

Sistem Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (Siasati) Kementerian Perhubungan melakukan pengumpulan data selama 18 Desember hingga kemarin. Dari data itu terlihat jumlah pergerakan penumpang dari 48 terminal menggunakan bus mencapai 734.100 orang.

Pada angkutan penyeberangan, jumlah pergerakan penumpang dari 22 pelabuhan penyeberangan mencapai 1.466.378 orang. Lalu angkutan udara, jumlah pergerakan keberangkatan penumpang dari 50 bandara yang dipantau mencapai 2.053.848 orang.

Untuk angkutan laut, jumlah pergerakan keberangkatan penumpang dari 51 Pelabuhan yang dipantau hingga kemarin mencapai 453.782 orang. Terakhir untuk angkutan kereta api, jumlah pergerakan keberangkatan penumpang kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif dari 13 Daerah Operasi (Daop) Kereta Api yang dipantau mencapai 480.847 orang.

Adita membandingkan dengan libur Nataru tahun sebeumnya. Terlihat ada penurunan jumlah penumpang pada masa puncak. Pada 2019, untuk angkutan jalan, puncak arus penumpang mencapai 139.160 orang, angkutan penyeberangan mencapai 200.252 orang, angkutan udara mencapai 230.933 orang, angkutan laut mencapai 78.226 orang, dan angkutan kereta api mencapai 194.990 orang. ”Kami tetap melakukan pemantauan dan pengawasan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang dan memastikan penerapan 3M diterapkan dengan baik,” katanya.

Di lapangan, kepadatan arus balik sudah terjadi sejak Minggu sore di ruas tol Jakarta- Cikampek arah Jakarta. PT Jasa Marga atas diskresi kepolisian bahkan harus melakukan contra flow dua kali untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju dalam kota.

Contra flow pertama dilakukan pada pukul 15.50 WIB mulai dari KM 53 – KM 47 arah Jakarta. Namun, semakin sore, contra flow tak cukup untuk mengurai padatnya volume kendaraan yang semakin mengular. Hingga akhirnya diberlakukan contra flow kedua, yang merupakan perpanjangan dari kebijakan pertama.

Sekitar pukul 16.30 WIB, rekayasa lalu lintas ini diperpanjang. Dari yang awalnya berlaku dari KM 53 menjadi KM 65 sampai dengan KM 47.

”Contra flow kita berlakukan untuk mencairkan kepadatan yang terjadi di Jalan Tol Japek arah Jakarta,” tutur Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk Dwimawan Heru.

Selain itu, dalam rangka antisipasi kepadatan arus lalu lintas menuju Jakarta di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jasa Marga melakukan penutupan sementara Tempat Istirahat (TI) KM 52B Arah Jakarta. Penutupan dilakukan terhitung mulai Minggu (3/1) pukul 08.00 WIB sampai Senin (4/1), pukul 08.00 WIB.

Karenanya, Jasa Marga mengimbau kepada pengguna jalan tol agar dapat mengantisipasi perjalanan sebelum memasuki jalan tol. Mulai dari memastikan kendaraan dalam keadaan prima, saldo uang elektronik cukup, mengisi bahan bakar sebelum memulai perjalanan, serta membawa bekal. ”Hal ini untuk menghindari kerumunan atau kepadatan di rest area,” paparnya.

Arus balik sendiri sudah terdeteksi dari Sabtu (2/1). Jasa Marga mencatata terjadi kenaikan volume kendaraan sebesar 8,3 persen dengan 144.550 ribu kendaraan menuju Jakarta. Angka tersebut merupakan kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari beberapa Gerbang Tol (GT) barrier/utama, yaitu GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama (arah Timur), GT Cikupa (arah Barat), dan GT Ciawi (arah Selatan).

”Total volume lalin yang menuju Jakarta ini naik 8,3 persen jika dibandingkan lalin new normal,” ujarnya.

Untuk distribusi lalu lintas menuju Jakarta mayoritas berasal dari arah Timur, yakni sebanyak 55,4 persen atau 80.058 kendaraan. Disusul 24,1 persen (34.794 kendaraan) dari arah Barat dan 20,5 persen (29.698 kendaraan) dari arah Selatan.

Sementara itu, untuk jalur penyebrangan, PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat hingga kini masih ada 26 persen penumpang yang belum kembali ke Jawa. Data ini terpantau dari pergerakan di lintas Merak-Bakauheni pada Sabtu (2/1) dengan perkiraan puncak arus balik pada Sabtu-Minggu.

Tercatat, baru 232.891 orang dari 315.216 orang total penumpang yang menyeberang dari Jawa ke Sumatera mulai periode H-7 hingga H pada lintas Merak-Bakauheni. Diikuti roda dua sebanyak 10.003 unit atau kurang 8 persen dari 10.876 motor saat mudik, mobil pribadi kurang 27 persen 41.053 unit dari saat mudik.

”Total seluruh kendaraan yang telah kembali ke Jawa  sebanyak 56 974 unit. Jumlah ini kurang 18.452 unit atau 24 persen lagi dari saat momen mudik,” tutur Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin.

Dia memperkirakan, puncak arus balik masih akan terjadi sampai Minggu malam seiring akan berakhirnya libur semester anak sekolah. Karenanya, dia menghimbau agar pengguna jasa mengatur perjalanan dengan baik agar tidak bersamaan pada waktu puncak arus balik. Dengan begitu, bisa menghindari potensi kepadatan. ”Dan passtikan telah memiliki tiket sebelum memasuki pelabuhan. Tiket bisa dibeli maksimal 5 jam sebelum keberangkatan,” jelasnya.

Selain itu, pengguna jasa diminta agar mematuhi Surat Edaran bernomor SE 20 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Darat Selama Masa Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 Dalam Masa Pandemi Covid-19. Salah satunya mengenai kewajiban menerapkan protokol kesehatan 3 M: memakai masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer. Selain itu untuk perjalanan ke Bali, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen paling lama 3 hari sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Selama masa libur natal tahun baru, ASDP telah sukses melayani sekitar 1,61 juta penumpang dan 453 ribu unit kendaraan di 10 lintasan terpantau khusus. Jumlah ini memang mengalami penurunan hingga 29 persen dibanding tahun lalu. ”Tapi kita lihat, tren penggunaan mobil pribadi masih menjadi andalan pengguna jasa di tengah pandemi Covid-19,” ungkapnya. (lyn/mia/JPG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here