Puskesmas dan Kantor Lurah Samkai Dipalang

By

MERAUKE – Puskesmas dan Kantor Kelurahan Samkai  yang berada di Jalan Arafura Buti, Kelurahan Samkai-Merauke dipalang oleh  pemilik hak ulayat menuntut ganti rugi tanah.  Pemalangan ini membuat pelayanan di Puskesmas Samkai  tersebut tidak berjalan.

   Dari pantauan Cenderawasih Pos, sekitar pukul   09.30 WIT, meski  janur kuning sebagai simbol pemalangan tersebut sudah dilepas, namun  Puskesmas Samkai tetap tutup karena petugasnya sudah balik ke rumah masing-masing setelah sebelumnya  menunggu, namun palang tidak kunjung dibuka.

  Sementara  kantor lurah  yang bersebelahan dengan Puskesmas Samkai tersebut sudah buka setelah janur kuning dilepas. Anselmus Samkakai, pemilik  hak ulayat saat ditemui  media ini mengungkapkan bahwa  pemalangan yang  dilakukan  ini  untuk mengingatkan pemerintah segera menyelesaikan tuntutan ganti rugi.

   Tuntutan ganti rugi ini, lanjut Anselmus Samkakai sudah dilakukan pihaknya sejak  periode pertama Bupati Merauke Drs Johanes Gluba Gebze (JGG).  Saat itu, lanjut dia, pihaknya menuntut ganti rugi sebesar Rp 500 juta. “Memang waktu itu ada penyerahan uang  Rp 30 juta, tapi itu sebagai tanda untuk buka palang saat itu. Uang itu diserahkan oleh Wakil Bupati Pak Benyamin Simatupang kala itu dan rencananya setelah pak bupati balik  Merauke baru selesaikan. Tapi saat pulang  beliau (JGG) waktu itu sudah sibuk dengan pak Waryoto untuk maju kedua kalinya, sehingga penyelesaian tanah ini  terlupakan sampai sekarang,” kata Anselmus.

   Tanah  yang dituntut ganti rugi  tersebut, lanjut Anselmus  memiliki ukuran sekitar 60 x 50 meter dengan tuntutan yang sama tetap Rp 500 juta. “Tuntutannya masih  Rp 500 juta,” katanya.

   Pemasangan janur kuning tersebut  dilepas  sendiri oleh Anselmus  atas permintaan  Bupati Merauke Romanus Mbaraka. “Tadi beliau panggil saya ke kantor bupati, tapi setelah  saya ke sana  beliau baru keluar sehingga belum sempat  ketemu,’’ katanya.   

  Menurutnya,  dengan dilepasnya janur kuning tersebut maka pelayanan di puskesmas dan kantor lurah Samkai dapat dilakukan. “Sedangkan soal tuntutan  ganti rugi ini, nanti  kami bicarakan  dengan lurah, apalagi pak sekda dan Kabag Pemerintahan sudah turun, berarti ada niat baik  untuk menyelesaikan,” tandasnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: