Ramai-Ramai Teken Deklarasi Jaga Papua Tetap Aman dan Damai

By
Bupati Biak Numfor Herry A Naap, S.Si,M.Pd dan jajaran Fokopimda, Tokoh Lintas Agama, Tokoh Adat, dan berbagai unsur masyarakat lainnya ketika secara bergantian menandatangani deklarasi damai, di depan Mapolres Biak Numfor, Senin (9/9) kemarin. ( FOTO : Fiktor/Cepos)

BIAK-Deklarasi bersama sebagai bentuk komitmen menjaga tanah Papua tetap aman dan damai kembali dilakukan Mapolres Biak Numfor, Senin (9/9) kemarin. Deklarasi yang dihadiri langsung oleh Bupati Biak Numfor Herry Ario Naap, S.Si.,M.Pd, pimpinan TNI/Polri dan jajaran Forkopimda plus, tokoh agamalintas agama dan unsure masyarakat, dilakukan dalam bentuk membubuhi tandatangan di spanduk besar yang disiapkan di Halaman Mapolres.

  Ada empat poin yang ditekankan dalam deklarasi damai  yang mengangkat thema, “kami warga Negara Kesatuan Republik Indonesia di Tanah Papua dengan beragam suku dan adat istiadat sepakat menyatakan :  pertama, menjaga pesatuan dan kesatuan, poin kedua, hidup rukun dan damai dengan penuh kasih sayang, poin ketiga, sepakat tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar, dan poin keempat menyatakan sepakat menolak kelompok separatis dan radikal di tanah Papua.

   Deklarasi yang diprakarsai oleh Polres Biak Numfor itu dihadiri kurang lebih 100 orang. Mereka adalah perwakilan dari berbagai unsur masyarakat, TNI/Polri, instansi terkait, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, perwakilan OKP, tokoh perempuan, pimpinan paguyuban dan sejumlah perwakilan dari berbagai unsure. Hadir juga dalam deklrasi itu mantan Bupati Biak Numfor dua periode Yusuf M Maryen, S.Sos.,MM.

   Dalam sambutannya Bupati Herry A Naap mengajak semua pihak supaya komitmen bersama yang dituangkan dalam deklarasi tetap menjadi perhatian bersama, khususnya lagi dalam menjaga Papua pada umumnya dan Kabupaten Biak Numfor tetap aman dan damai. Komitmen itu dinilai penting menjadi catatan serius dan tidak hanya sampai pada tingkat deklarasi.

   “Mari kita jaga Kabupaten Biak Numfor tetap aman dan damai secara khusus dan Papua pada umumnya. Aspirasi saya kira itu penting, namun tidak boleh kita terhasut oleh kepentingan-kepentingan yang sifatnya memprovokasi. Saya sebagai bupati mengecam tindakan rasisme dan diskriminasi, namun aspirasi yang disampaikan tidak  dengan cara-cara anarkis dan merugikan orang banyak,” paparnya.

   Sementara itu, Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, S.IK.,M.Si mengatakan bahwa pihak kepolisian saat ini telah mengambil langkah tegas terhadap pelaku rasisme dan kekerasan terhadap mahasiswa Papua Surabaya dan beberapa lainnya. Termasuk tindakan terhadap actor-aktor terjadinya unjuk rasa anarkis.

  “Polisi tetap akan menindak tegas siapapun yang melanggar hukum sesuai peraturan yang berlaku. Dan kepada semua komponen masyarakat nusantara, tokoh masyarakat,tokoh adat, tokoh agama perempuan dan tokoh pemuda serta semua pihak lainnya yang telah ikut berperan nyata menjaga kamtibmas kami ucapkan terima kasih,” papar Kapolres Mada.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: