Rembuk Stunting di Mambra, Undang Pemateri Kemendagri dan Dinkes Papua

By

Pemberian paket bantuan makanan tambahan bagi Balita, di sela pertemuan aksi percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Mamberamo Raya yang dilaksanakan  7-8 Desember 2021 di Burmeso.(FOTO: Willy for Cepos)

BURMESO-Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya melakukan Rembuk Stunting, Strategi Konvergensi Penanggulangan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Mamberamo Raya selama 2 hari, 7- 8 Desember 2021 di Burmeso. Acara Rembuk stunting ini  mengundang  Pemateri dari Konsultan Bangda Kemendagri Haji. Moh. Sodik, SH, MHum dan Dinkes Provinsi Papua Helen Kipuw, SKM, MKes.

   Seluruh Kepala OPD teknis yang bersentuhan langsung dengan penanganan masalah Stunting  juga diundang, seperti Bappeda, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung ( BPMK ), Dinas Pertanian, Dinas PUPR, Dinas Perikanan, Kepala Distrik dan dan para Kepala Kampung. 

  Bupati Mamberamo Raya Dr.HC.Jhon Tabo SE,MBA, hadir langsung membuka kegiatan Rembuk Stunting yang digelar di Burmeso tersebut.  Dalam sambutannya Bupati Jhon Tabo mengatakan Stunting persoalan utamanya adalah asupan gizi anak, karena jika asupan gizi anak kurang bagus maka timbul stunting. 

   “Kita bicara Stunting persoalannya adalah anak kurang gizi. Oleh sebab itu Dinas Kesehatan saya berharap hendaknya memiliki data dan melakukan sosialisasi sampai ke tingkat Distrik dan Kampung dengan menggandeng PKK, maupun Pemberdayaan Perempuan, PAUD maupun OPD terkait,” ungkap Bupati Jhon Tabo dalam rilis yang diterima Cenderawasih Pos, kemarin. 

  Selain itu, kata Bupati, Dinas Kesehatan dalam melakukan pencegahan Stunting di Kabupaten Mamberamo Raya, hendaknya menyiapkan ketersediaan sarana dan prasarana yang baik seperti Puskesmas, Pustu, serta tenaga dokter dan perawat agar upaya pencegahan dan penanggulangan Stunting dapat dicegah sedini mungkin agar generasi mendatang tetap sehat dan tidak kerdil.

   Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya Levina Krey mengungkapkan Rembuk Stunting merupakan langkah penting yang dilakukan pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting yang dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab layanan dengan sektor atau lembaga non-pemerintah dan masyarakat. 

   “Kami di Mamberamo Raya dari data yang dimiliki Dinas Kesehatan ada stunting, sehingga selama 2 hari ini kami kerja keras bersama Bappeda kami sudah bisa melakukan upaya percepatan penanganan Stunting dengan mendatangkan 2 Narasumber dari Depdagri dan Dinkes Provinsi. Dan kita bersama sama melakukan beberapa aksi dan kita ada kesepakatan bersama yang sudah kita buat yakni Perbup untuk percepatan stunting di Mamberamo Raya,” ungkap Levina Krey. 

   Selain itu juga Levina Krey menyebut Dinas Kesehatan juga bekerjasama dengan BPMK  dan Kader Pembangunan Manusia untuk  melakukan pertemuan di dalam aksi dengan beberapa regulasi yang sudah disepakati.

   “Untuk itu, beberapa strategi yang sudah kita lakukan dan direncanakan tahun depan bulan Februari kita sudah jalan di beberapa Lokus Kampung yang sudah kita tetapkan sesuai data yang dimiliki Dinas Kesehatan dengan melibatkan seluruh OPD, agar target kita di tahun 2024 nanti sudah tidak ada lagi kasus Stunting di Mamberamo Raya,” tandas Levina Krey. ( */tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: